Erick Tunjuk Arif Faisal Jadi Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT DI
EmitenNews.com - Menteri BUMN Erick Thohir selaku pemegang saham mengangkat Moh Arif Faisal, sebagai Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). BUMN holding Industri Pertahanan DEFEND ID telah menyerahkan Salinan SK pengangkatan di kantor induk DEFEND ID PT Len Industri (Persero), Gedung MTH Jakarta, pada 29 Mei 2023.
Surat Keputusan ini disahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna PT Dirgantara Indonesia dan Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama PT Len Industri (Persero) selaku Pemegang Saham Seri B PT Dirgantara Indonesia.
Bobby dalam arahannya berharap Moh Arif dapat memanfaatkan kekuatan dari ratusan engineer handal PTDI untuk mendorong kemajuan perusahaan, khususnya melalui perencanaan dan sales. Ia juga menyampaikan arahan dari Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, bahwa PTDI harus memperhatikan dan melakukan aksi yang tepat, cermat, dan cepat pada tiap kesempatan yang ada.
“Holding akan membantu PTDI. Namun dibutuhkan kecermatan dalam pengelolaan cost dan risiko dari PTDI. Sehingga diharapkan direksi yang sudah lengkap ini dapat bekerja dengan cara yang lebih luar biasa lagi dari sebelumnya,” tambah Bobby.
Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN, Liliek Mayasari, mengatakan dalam sambutannya bahwa format Direksi PTDI saat ini sudah komplit dan diharapkan kondisi ini dapat turut mendukung kesuksesan PTDI.
Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Direksi Holding DEFEND ID dan Kementerian BUMN karena sudah melengkapi Direksi di PTDI dengan kehadiran Moh Arif, setelah 1,5 tahun posisi Direktur tersebut kosong.
Wakil Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia Marsekal Muda TNI (Purn.) Bonar Halomoan Hutagaol turut hadir fisik dalam agenda ini. Ia menyampaikan, “Hubungan komisaris dengan direksi di PTDI itu sangat erat. Masalah direksi merupakan masalah juga bagi komisaris,” ujarnya.(*)
Related News
Saham Belum jadi Pilihan, Inflow ke Emerging Markets Tertekan
Kontribusi Nilai Tambah Bruto Perusahaan di KEK Rp19,6 Triliun
Mengekor Wall Street, IHSG Susuri Zona Hijau
Konsolidatif, IHSG Jajal Level 9.000
Tekanan Jual Mereda, Serok Saham BBRI, BUMI, dan ARCI
Rebranding, BTN Pos Bidik Dana Murah Rp5 Triliun





