ESDM Proyeksikan Hingga 2032 Harga Tembaga Akan Terus Naik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan harga komoditas tembaga dunia, akan terus mengalami tren kenaikan hingga tahun 2032.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan harga komoditas tembaga dunia, akan terus mengalami tren kenaikan hingga tahun 2032 akibat ketimpangan antara ketersediaan pasokan (supply) dan tingginya permintaan (demand).
Proyeksi itu menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat struktur ekonomi melalui kebijakan industrialisasi dan hilirisasi guna menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
"Sampai dengan tahun 2032, maka suplai tembaga dibanding dengan demand tembaga itu sudah mulai tidak imbang, maka harga pasti naik," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Data London Metal Exchange menunjukkan fluktuasi harga yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, harga tembaga berada di kisaran 7.000 hingga 8.000 dolar AS per ton. Angka tersebut melonjak tajam pada awal tahun, di mana harga sempat menyentuh level 13.000 dolar AS per ton pada periode Januari–Februari 2026.
Tri Winarno menegaskan, industri pertambangan tetap memiliki prospek cerah di masa depan karena material bahan baku masih menjadi kebutuhan vital global.
Menurutnya, negara-negara maju yang tergabung dalam G7 telah membuktikan bahwa pemanfaatan bonus demografi yang dibarengi dengan industrialisasi masif adalah kunci pertumbuhan ekonomi. "Material berupa bahan baku dan lain sebagainya itu masih diperlukan bagi negara-negara di dunia ini. Kecuali mereka menggunakan daur ulang, pasti industri ini (pertambangan) masih dibutuhkan ke depannya," kata Tri menanggapi kekhawatiran fenomena deindustrialisasi.
Pemerintah juga menekankan bahwa keberhasilan industrialisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dirjen Minerba Kementerian ESDM menyatakan, pengembangan kapasitas SDM di Indonesia saat ini telah mulai berjalan untuk mendukung ekosistem industri nasional.(*)
Related News
Dua Tahun Terakhir Terjadi Gap Produksi dan Penjualan Kendaraan Niaga
Pemerintah Godok Tahapan Implementasi Mandatori Biofuel
Geopolitik Memanas, Ekonomi RI Sampai Kuartal I Masih Resilien
Harga Emas Antam Balik Turun Goban
Pemerintah Antisipasi Periode Kritis Energi 12 Bulan Ke Depan
Uang Primer (M0) Adjusted Maret 2026 Tumbuh 16,8 Persen





