Eskalasi Selat Hormuz Tekan Laju IHSG
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Itu setelah sempat mencatat rekor tertinggi harian. Saham sektor teknologi mengalami tekanan hebat. Misalnya, Amazon, Micron Technology, Broadcom, dan rebound harga minyak mentah dari level terendah harian.
Maklum, investor bersikap hati-hati menunggu perkembangan hasil perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hasil perundingan damai itu, menjadi katalis utama pendorong pelemahan indeks. Harga minyak mentah jenis WTI susut 0,28 persen, dan Brent anjlok 1,19 persen.
Koreksi terjadi setelah awal sesi perdagangan mengalami pelemahan cukup dalam. Sebelumnya, harga minyak mentah mengalami tekanan setelah ada berita baik pihak AS dan Iran tengah mempelajari proposal damai diajukan masing-masing pihak.
Pelemahan indeks bursa Wall Steet, dan lonjakan harga minyak mentah perdagangan Asia seiring eskalasi selat Hormuz diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga beberapa komoditas seperti timah, batu bara, gas dan tembaga berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.105-7.035, dan resistance 7.245-7.310. Berdasar data itu, Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Bank BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Timah (TINS), Vale Indonesia (INCO), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Unilever Indonesia (UNVR). (*)
Related News
IHSG Volatil! Bursa Akhir Pekan Dibuka Melemah 0,13 Persen di 7.165
IHSG Potensi Menguat, Koleksi Saham BBTN, SCMA, MYOR, EXCL, dan MAPI
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Analis Warning Potensi Koreksi
IHSG Sempat Tembus Level 7.200, Saham TPIA Masuk Top Losers
Tembok 7.200 Tak Tertembus, IHSG Siang (7/5) Nemplok di Level 7.117
Cek Sukuk Tabunganmu, Ada Penyesuaian Imbalan Untuk Seri Berikut





