EmitenNews.com - Intermedia Capital (MDIA) menegaskan suspensi efek perseroan sebentuk cooling down. Merupakan bagian dari mekanisme pasar wajar dalam menjaga perdagangan saham secara teratur, wajar, dan efisien. Itu menyusul peningkatan harga saham MDIA secara signifikan dalam tempo singkat. 

Ya, saham MDIA mencatat pergerakan signifikan pada April 2026. Di mana, harga sempat mencapai Rp156 per saham sebelum ditutup pada Rp144 per helai pada edisi 22 April 2026. Perseroan melihat pergerakan itu, sebagai refleksi peningkatan perhatian pasar terhadap prospek bisnis, dan strategi yang dijalankan. 

Mengenai itu, perseroan menyampaikan dinamika pergerakan harga saham di pasar modal pada dasarnya dipengaruhi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk sentimen pasar, kondisi makroekonomi, dan persepsi investor terhadap industri secara keseluruhan. 

Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan berlaku di pasar modal. 

“Perseroan berkomitmen terus menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan guna memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham, dan pemangku kepentingan,” tutur Direktur Utama ANTV Ahmad R. Widarmana, biasa disapa Ari Ahmad, melalui Public Expose Insidentil, di Jakarta, Selasa (28/4).

Ari Ahmad mengimbau para investor untuk selalu mengacu pada informasi resmi dalam mengambil keputusan investasi, dan menghindari tindakan spekulasi tidak berdasar. Nah, dari sisi operasional, perseroan menunjukkan penguatan berkelanjutan melalui kinerja unit usaha utama, ANTV. ANTV mencatat peningkatan signifikan pada pangsa pemirsa (TV Share).

Itu kemudian menempatkan ANTV dalam jajaran stasiun televisi nasional dengan performa kompetitif. Pada April 2026, TV Share ANTV mencapai 7,2 persen, meningkat dari rata-rata 4,9 persen pada kuartal IV 2025. Pencapaian itu, mencerminkan efektivitas strategi konten dijalankan perseroan dalam merespons dinamika preferensi pemirsa. 

Pertumbuhan itu, didorong strategi konten terarah, khususnya pada segmen female-oriented audience berperan penting dalam keputusan konsumsi rumah tangga, dan menjadi target utama pengiklan fast moving consumer goods (FMCG). Secara nasional, ANTV hadir di 18 provinsi dan mengukuhkan posisi sebagai channel unggulan berbagai wilayah. 

Sejumlah capaian menonjol menunjukkan kekuatan perseroan di luar Pulau Jawa. Di mana, ANTV menempati peringkat kedua pasar Non-Jawa dengan pangsa pemirsa 10,5 persen. ANTV juga mencatat posisi sebagai market leader wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan TV Share mencapai 15,9 persen, Sumatera bagian selatan dengan TV Share 11,0 persen. Selain itu, ANTV secara konsisten berada di posisi Top 3 hampir seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan. 

Capaian itu, menegaskan ANTV tidak hanya memiliki jangkauan nasional, tetapi juga merupakan kekuatan dominan menjadi pilihan utama masyarakat berbagai wilayah luar Pulau Jawa. Manajemen MDIA optimistis penguatan strategi konten, perluasan jangkauan pemirsa, dan konsistensi dalam menjaga kualitas operasional akan menjadi pilar utama pertumbuhan ke depan. (*)