Fitch Rating Sematkan Peringkat Japfa Comfeed (JPFA) B+
:
0
Salah satu area operasional PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Foto: JPFA
EmitenNews.com - Fitch Rating menempatkan peringkat PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dalam status Rating Watch Positif (RWP). Dalam peringkat jangka panjang Issuer Default Rating (IDR) JPFA berada di level B+, serta peringkat nasional A(idn).
Dengan peringkat tersebut, JPFA masuk dalam pengawasan Fitch Rating dan berpotensi memperoleh kenaikan peringkat kredit.
Lembaga pemeringkat global itu menerangkan, pemeringkatan JPFA menyusul rencana penerbitan obligasi dolar AS oleh pemegang saham pengendali JPFA yaitu Japfa Ltd (JL) yang saat ini menggenggam 55,4 persen saham perseroan.
Fitch menilai, penerbitan obligasi itu berpotensi meningkatkan transparansi keuangan dan tata kelola JL yang sebelumnya menurun setelah perusahaan menjadi privat pada 2025.
“Covenants pada obligasi yang diusulkan akan mendukung pelaporan keuangan JL secara berkala dan memberikan arahan bagi kebijakan keuangannya,” tulis Fitch Rating dalam laporannya, dikutip Rabu (29/4/2026).
Di sisi lain, Fitch memperkirakan margin EBITDA Japfa akan stabil di bawah 9 persen mulai 2026, seiring biaya bahan baku yang meningkat imbas konflik di Timur Tengah. Meski begitu, Japfa diperkirakan mampu mengimbangi sebagian tekanan biaya kepad pelanggan pada segmen pakan.
“Kinerja Japfa yang mencapai rekor tertinggi pada 2025 didukung oleh membaiknya harga unggas seiring meningkatnya permintaan dan pasokan yang seimbang,” tulis Fitch.
Japfa juga berencana mengeluarkan belanja modal sekitar Rp10 triliun pada 2026 hingga 2029, termausk belanja modal pemeliharaan tahunan sebesar Rp500 miliar hingga Rp700 miliar, dan belanja modal ekspansi. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan realisasi pada tahun 2025 yang sebesar Rp2,7 triliun.
Pada 2025, margin laba operasi pakan unggas tercatat sebesar 8,7 persen, meningkat dari tahun 2024 sebesar 7,1 persen. Sementara margin untuk peternakan komersial melonjak dengan adanya permintaan yang tinggi.
Meski prospek peringkat membaik, Fitch menegaskan bahwa kenaikan rating sangat bergantung pada realisasi penerbitan obligasi oleh induk usaha. Jika rencana tersebut tidak terlaksana, maka peringkat JPFA berpotensi tetap di level saat ini dengan outlook stabil.
Related News
Strategi PGE (PGEO), Dorong Peningkatan Produksi Listrik
Setelah J&T Cargo, Argo Pantes Amankan Kontrak Baru Rp48M Omya Group
Transformasi TelkomGroup Tunjukkan Hasil, Lihatlah Kinerja InfraNexia
IKBI Bakal Bagi Dividen Rp54,23 Miliar, Cek Jadwal Cum Date
BUMI Ungkap Perkembangan Terbaru Akusisi Perusahaan Tambang Australia
Pendapatan SOTS Naik Rugi Bersih Susut, Status Saham Masih HSC





