Fitch Ratings Afirmasi Peringkat BSDE BB-, Ini Outlooknya
:
0
tampak muka gerbang menuju area BSD. dok/emitennews
EmitenNews.com - Fitch Ratings mengafirmasi peringkat jangka panjang issuer default rating mata uang asing Bumi Serpong Damai (BSDE) 'BB-'. Outlook perusahaan properti pengembang Kota Mandiri BSD City tersebut Stabil.
Peringkat itu, didukung rekam jejak BSD sebagai salah satu pengembang perumahan terkemuka Indonesia berdasar kontrak penjualan, dan cadangan tanah. Model pengembangan kota mandiri perusahaan terukur, dan fokus pada rumah tapak dengan harga beragam memungkinkan arus kas operasional stabil seluruh siklus ekonomi.
Kondisi itu, menjaga leverage tetap rendah. Peringkat BSD dimoderasi oleh skalanya dibanding perusahaan global berperingkat lebih tinggi. Penjualan terkontrak tetap. Fitch memperkirakan penjualan kontrak teratribusi BSD – tidak termasuk saham minoritas dan penjualan lahan kepada perusahaan patungan (JV) – akan tetap stabil Rp5,5 triliun dua tahun mendatang.
Fitch yakin permintaan pembeli rumah terhadap properti tapak akan tetap sehat, didukung ekspektasi Fitch terhadap pertumbuhan PDB stabil sekitar 5 persen, inflasi, dan suku bunga terkendali. Bank domestik harus tetap mendukung pertumbuhan pinjaman hipotek, meski ada sedikit kenaikan suku bunga pinjaman hipotek kuartal I-2024, setelah kenaikan suku bunga Bank Indonesia 25 bps pada kuartal IV-2023.
Rabat PPN untuk Mendukung Permintaan: Kami memperkirakan rabat pajak pertambahan nilai (PPN) yang diumumkan pada bulan November 2023 akan mendukung permintaan. Ini memberikan diskon 11% pada Rp2 miliar pertama dari nilai rumah yang dijual dan diserahterimakan pada akhir Juni 2024, dan setengah dari diskon tersebut berlaku setelahnya hingga akhir 2024. Rabat ini terjadi pada saat Fitch memperkirakan akan terjadi perlambatan sementara dalam peluncuran proyek pengembang pada semester pertama 2024 di tengah hari libur nasional dan pemilihan presiden pada bulan Februari. Risiko perlambatan yang signifikan dapat diatasi dengan tingginya campuran pengguna akhir pada prapenjualan BSD, yang mencapai lebih dari 70%.
Meningkatnya Pangsa Penjualan JV: Kami memperkirakan prapenjualan dari JV dengan pengembang regional dan domestik yang besar akan meningkat hingga 20% dari prapenjualan teratribusi dalam beberapa tahun ke depan, dari 13% pada tahun 2022. BSD menjual lahan senilai Rp1,9 triliun ke JV baru dengan PT Astra Land Indonesia pada 4Q23. BSD yakin proyek di dekat proyek Kota Wisata di Cibubur, sekitar 35 km selatan Jakarta, akan mendapat manfaat dari pesatnya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, penerimaan dividen dari perusahaan patungan akan dibatasi sekitar Rp150 miliar-200 miliar per tahun dalam jangka menengah, karena kebutuhan modal proyek.
Fitch memperkirakan BSD akan menjual setidaknya Rp1 triliun tanah kepada perusahaan patungan setiap tahunnya dalam beberapa tahun ke depan. Penjualan lahan jangka menengah kepada perusahaan patungan akan didorong terutama oleh komitmen BSD terhadap perusahaan patungan tersebut dengan Mitsubishi Corporation dari Jepang dan Surbana Jurong dari Singapura untuk pengembangan berorientasi transit di BSD City. Perusahaan mengatakan mereka memiliki sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen ini, sehingga mengurangi risiko pelaksanaan. Kami tidak memperkirakan JV ini akan membebani profil keuangan BSD karena mereka bebas utang dan perusahaan tersebut mempunyai rekam jejak yang kuat dalam pelaksanaan proyek.
Pendapatan Non-Pembangunan yang Meningkat: Kami memperkirakan gabungan pendapatan non-pembangunan BSD akan meningkat menjadi sekitar 15% dalam dua tahun ke depan, dari perkiraan 10% pada tahun 2023. Meskipun demikian, peringkat perusahaan akan terus didorong oleh bisnis pengembangan propertinya meningkatkan. Pertumbuhan pendapatan non-pembangunan terutama berasal dari beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan baru, termasuk kawasan perkantoran baru di BSD City, Kampus Biomedis. Okupansi perkantoran di BSD City tergolong sehat, yaitu lebih dari 90%, sebuah bukti meningkatnya daya tarik kota mandiri ini sebagai alternatif kawasan pinggiran kota dibandingkan kawasan pusat bisnis Jakarta.
Arus Kas yang Memoderasi : Fitch memperkirakan pengumpulan kas BSD dari penjualan properti akan moderat menjadi sekitar IDR7 triliun per tahun pada tahun 2024-2025, dari perkiraan IDR8 triliun pada tahun 2023, dan lebih dari IDR9 triliun setiap tahun pada tahun 2021-2022. Lonjakan penagihan pada tahun 2021-2022 berasal dari pelonggaran peraturan KPR dalam negeri yang memungkinkan BSD menagih simpanan prapenjualan yang didanai KPR. Simpanan tersebut telah dibersihkan.
Belanja Modal Meningkat , Leverage Rendah : Belanja modal pada properti investasi akan meningkat menjadi sekitar Rp1 triliun per tahun dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk mendukung pengembangan perkantoran dan pusat perbelanjaan baru di BSD, yang akan meningkatkan daya tarik proyek propertinya. Namun, leverage – utang bersih terhadap aset properti bersih – rendah, dan diperkirakan akan tetap kokoh di angka satu digit (perkiraan Fitch tahun 2023: 1%).
Related News
VKTR Bidik Tender Bus Listrik Transjakarta
RUPST PTPP Setujui Pengalihan 31,6 Juta Lembar Saham Seri B
Suami Nia Ramadhani, Ardi Bakrie Resmi Jadi Dirut VKTR
Wintermar (WINS) Tebar Dividen Rp8,81 Miliar, Cair Juni 2026
Industri Tambang Lesu, Laba ABMM Kuartal I Terpangkas 32,8 Persen
Jelang Right Issue, Ledakan USD Angin Segar untuk CBRE





