Fitch Ratings Prediksi Rp60 Triliun Onshore Notes Akan Jatuh Tempo pada Tahun 2023
:
0
EmitenNews.com -Pertumbuhan pasar obligasi dalam negeri akan tetap menjadi jalan pendanaan utama bagi korporasi Indonesia, terutama dengan kenaikan biaya dan akses lepas pantai yang ketat.
“Namun, Fitch Ratings memperkirakan penerbitan dalam negeri akan lebih rendah pada tahun 2023,” tulis riset Fitch Ratings yang dikutip, Selasa (13/6/2023).
Penerbitan dalam negeri mencapai Rp100 triliun pada tahun 2022, salah satu rekor tertinggi, dan melampaui penerbitan luar negeri untuk pertama kalinya dalam dekade terakhir, menjadi alternatif yang layak untuk penerbitan dolar AS yang besar.
Peningkatan IPO di Indonesia juga akan memberi perusahaan swasta di sektor utama, seperti pertambangan dan mineral hilir, akses ke opsi pendanaan tambahan di pasar ekuitas.
Penerbitan yang Lebih Rendah dengan Biaya Tinggi, Kebutuhan yang Lebih Rendah Suku bunga tinggi, kebutuhan yang lebih rendah untuk refinancing obligasi lokal, dan tenor yang lebih pendek akan mengurangi penerbitan pada tahun 2023.
Related News
Krisis AS-Iran Katrol Minyak, Harga Emas Antam Bertahan
Opsi Purbaya Terkait FTA: Selamatkan Industri atau Biarkan Mati
Kawal Penataan BUMN, KPPU Bentuk Satgas Khusus
Imbal Hasil AS Naik, Saham Asia Ikut Tertekan
Obligasi dan Minyak Bergejolak, Investor Serbu Emas
Harga Minyak Tembus USD93, APBN dan BBM Dalam Tekanan





