Fokus Lini E-Commerce, DOOH Lepas 99 Persen Bisnis Konsultan Penjualan
Potret iklan SSPACE milik emiten DOOH terpampang di Transportasi Umum KRL. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) mulai meninggalkan bisnis dengan margin tipis. Emiten periklanan ini resmi melepas hampir seluruh kepemilikan pada lini bisnis konsultan penjualan.
Direktur Utama DOOH, Vicktor Aritonang dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (18/3/2026) menerangkan bahwa divestasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal.
“Transaksi pelepasan KSP merupakan langkah restrukturisasi struktur kepemilikan dalam Perseroan dengan tujuan peningkatan efisiensi,” tulis Viktor.
DOOH menjual 5.350 lembar saham atau setara 99 persen kepemilikan di PT Konsultan Strategi Penjualan (KSP) kepada PT Wisdom Crowd Indonesia (WCI). Nilai transaksi tercatat mencapai Rp23,3 miliar.
Transaksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melalui Akta Nomor 08 tertanggal 11 Maret 2026 sebanyak 2.702 lembar saham senilai Rp11,8 miliar. Selanjutnya, tahap kedua melalui Akta Nomor 10 tertanggal 12 Maret 2026 sebanyak 2.648 lembar saham senilai Rp11,5 miliar.
Yang menarik, pelepasan ini menyasar entitas yang selama ini bukan pemain kecil dalam struktur keuangan DOOH. KSP menyumbang 49,07 persen terhadap laba bersih dan 38,11 persen terhadap pendapatan usaha perseroan.
Namun di balik kontribusi tersebut, manajemen melihat adanya keterbatasan dari sisi profitabilitas. Bisnis konsultan penjualan dinilai memiliki marjin laba bersih yang relatif rendah, sehingga tidak lagi sejalan dengan arah strategi perseroan ke depan.
Meski masuk kategori transaksi material berdasarkan POJK 17/2020, aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS. Nilainya hanya 10,31 persen dari total ekuitas per 30 September 2025 sebesar Rp226,1 miliar, masih di bawah ambang batas 50 persen.
Dari sisi valuasi, transaksi ini telah mendapatkan opini kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan. Nilai pasar 99 persen saham KSP per 30 September 2025 berada di kisaran Rp23,03 miliar, sehingga harga transaksi Rp23,3 miliar dinilai wajar.
Ke depan, dijelaskan Victor bahwa dana hasil divestasi akan diarahkan untuk memperkuat ekspansi ke sektor e-commerce. Perseroan menargetkan kontribusi segmen ini dapat mencapai 11 persen dari total pendapatan, seiring upaya menggeser portofolio ke bisnis dengan potensi margin lebih tinggi.
Meski melepas kepemilikan, DOOH tetap menjaga kesinambungan operasional dengan memanfaatkan manajemen kunci KSP, terutama untuk mendukung aktivitas periklanan yang masih menjadi core business perseroan.
Related News
Emiten Grup Emtek (SAME) Geber MESOP Tahap IV Sebanyak 8,75 Juta Saham
Jaga Stabilitas Harga, Garudafood Wacanakan Buyback Saham Rp50 Miliar
Aksi Crossing Jumbo Saham AMRT, Nilai Transaksi Capai Rp3,64T!
Pendapatan Bumi Resources (BRMS) Lompat 54 Persen di 2025
Sambut Liburan, Bank Raya (AGRO) Pahami Kebutuhan Masyarakat
TPIA Siapkan Rp587,95M Untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo





