EmitenNews.com - Hingga Juni 2026, sebanyak delapan emiten telah didepak dari indeks FTSE Russell. Daftar emiten yang didepak dari penyedia indeks global itu diumumkan pada dua waktu yang berbeda.

Pertama, pada tanggal 23 Mei 2026 lalu, FTSE Russell merilis dokumen review indeks kuartalan Juni 2026. Dalam dokumen ini, emiten grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) resmi didepak dari konstituten indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) untuk kategori large cap.

DSSA masuk dalam daftar exclusion pada review tersebut dengan alasan failed high shareholding concentration atau tingginya konsentrasi kepemilikan saham.

Dikeluarkannya DSSA oleh FTSE disertai dengan penerapan mekanisme teknis ekstrem yaitu penghapusan konstituen pada harga nol atau price of zero.

Selain DSSA, FTSE juga menyasar kelompok Micro Cap dengan memasukkan tiga saham ini ke dalam daftar exclusion, yaitu; PT Daaz Bara Lestari (DAAZ) didepak dengan alasan Failed Minimum Free Float Requirement, PT Hillcon Tbk (HILL) didepak karena alasan Failed Surveillance stocks screen, PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) didepak dengan alasan serupa yaitu dengan alasan yang sama, yakni Failed Surveillance stocks screen.

Jika merujuk pada pengumuman tersebut, FTSE Russell telah memberitahukan potensi revisi atas daftar emiten-emiten yang didepak hingga tanggal 5 Juni 2026. Lalu, setelah 8 Juni 2026, perubahan indeks akan dianggap final kecuali terdapat kondisi luar biasa sesuai kebijakan FTSE Russell.

“Perubahan tinjauan indeks yang termasuk dalam file terlampir dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat 5 Juni 2026, efektif Senin 8 Juni 2026 perubahan tinjauan indeks akan dianggap final,” tulis FTSE dalam rilisnya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Rupanya, mengawali Juni 2026, FTSE Russell kembali mendepak empat saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman itu dirilis pada 1 Juni 2026, tepat ketika Indonesia tengah memperingati Hari Lahir Pancasila.

Adapun empat emiten tersebut yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Delta Makmur Tbk melalui entitasnya BUMA Internasional Grup (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA).

Di dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menjelaskan alasan di balik emiten-emiten tersebut dikeluarkan dari indeks. GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA didepak karena adanya perubahan papan pencatatan keempat saham yang sempat dirilis BEI beberapa waktu lalu.