Gandeng BNI Agen46, BPJAMSOSTEK Kampanyekan Kerja Keras Bebas Cemas
EmitenNews.com - Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Mangga Dua menggandeng mitra BNI Agen46. Itu dilakukan untuk mengampanyekan ”Kerja Keras Bebas Cemas” di Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut tak lain bentuk sosialisasi sekaligus akuisisi peserta baru BPJS Ketenagakerjaan khususnya untuk kelompok pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU). ”Kita bersosialisasi di lingkungan RW 12 Kelurahan Pademangan Barat sekaligus mendaftarkan 50 orang pekerja sebagai stimulus peserta BPJS Ketenagakerjaan baru kelompok bukan penerima upah dari dana CSR BNI Agen46,” ujar Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mangga Dua Dessy Sriningsih.
Menurut Sriningsih BNI Agen46 merupakan rekanan Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI kini bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. ”BNI Agen46 kini sebagai perpanjangan tangan dalam melayani pendaftaran, dan pembayaran iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Dessy.
Menurut Dessy dengan kerja sama tersebut tentu lebih memudahkan peserta karena keberadaan Agen46 milik BNI tersebar di perkotaan hingga pedesaan. ”Sehingga para peserta dari kelompok pekerja mandiri atau BPU yang sudah mendaftar dapat menjadikan BNI Agen46 sebagai salah satu pilihan kemudahan untuk membayar iuran maupun pekerja yang ingin mendaftar menjadi peserta,” ujar Dessy.
Di lain sisi, Dessy meminta para pekerja yang menerima bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan nantinya dapat meneruskan iurannya sendiri. ”Karena iurannya memang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp16.800 untuk dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” sebut Dessy. (*)
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





