Gandeng Huawei, Aesler Grup (RONY) Bangun Data Center 88 MW Ramah Lingkungan
:
0
EmitenNews.com - PT Aesler Grup Internasional (RONY) bakal membangun pusat data 88 Megawatt (MW) Mega Development. Itu menyusul kesepakatan kerja sama Aesler Grup Internasional dengan Huawei Digital Power.
Aesler Data Center akan dibangun dalam rangkaian rantai data center EcoGreen-Interconnected seluruh Indonesia disebut Aesler- Greenix. Aesler-GreenixR Mark 1 pertama akan menjadi salah satu rantai data center hijau pertama di Indonesia terdiri dari 16 MW, 2.500 rak, efisiensi penggunaan daya 1.4 memenuhi persyaratan green data center.
”Mark 2 akan dibangun dalam ukuran 16 MegaWatt, dan Mark 3 pada ukuran 56 MegaWatt,” tutur Jang Rony Juwono, Direktur Utama Aesler Grup Internasional, seperti dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/12).
Mark 1 Aesler-Greenix akan didirikan di jantung Kota Batam. Berjarak 45 menit dari Singapura untuk menjadi jembatan digital perdagangan digital Internasional Indonesia. Aesler Grup Internasional bekerja sama dengan Huawei Green Data Center Technology menggunakan Prefabricated Technology dan Artificial Intelligent Control System terbaru akan membantu mentransformasikan Indonesia ke Era Teknologi Digital.
Gerakan hijau oleh Aesler-Greenix berkomitmen mengurangi konsumsi daya, jejak karbon, memaksimalkan energi terbarukan, dan mempertahankan konstruksi berkelanjutan menggunakan bahan daur ulang. Pada akhirnya menetapkan tolok ukur untuk pembangunan ramah lingkungan. Aesler Grup International diharap dapat meningkatkan nilai pasar.
”Dengan fokus pada Eco and Green Energy untuk pengembangan data center, kami berkomitmen pada target untuk menjadi penyedia data center teknologi hijau terbesar menyambut era digital Indonesia 5.0,” tegas Jang Rony, Founder Aesler-Greenix.
Sekadar informasi, teken kerja sama Huawei Digital Power, dan PT Aesler Grup Internasional telah dilakukan pada Senin, 13 Desember 2021. (*)
Related News
INCO Habiskan Biaya Eksplorasi USD1,44 Juta, Intip Hasilnya
Daftar Saham Lo Kheng Hong Maret 2026, Apa Saja?
Hapsoro Cabut, Publik Kuasai 98,056 Persen Saham PADI
Dongkrak Kepercayaan Pasar, ASLC Siapkan Buyback Rp20 Miliar
Komisaris Utama EPAC Jual Habis 52,06 Juta Saham Senilai Rp3,1M
Genjot Eksplorasi, GEMS Kucurkan Rp6,41 Miliar Pada Kuartal I 2026





