EmitenNews.com - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan pertumbuhan penjualan bersih 9,15% di kuartal III 2026 menjadi Rp14,32 triliun dari perolehan periode sama tahun lalu sebesar Rp13,12 triliun.

Menilik laporan keuangan yang diunggah perseroan (5/11/2026), pertumbuhan penjualan itu ditopang lonjakan transaksi dari pihak berelasi yang melesat hingga Rp4,92 triliun, di mana PT Speedwork Solusi Utama dengan kontribusi sekitar 22%.

Meski beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp11,6 triliun dari Rp10,6 triliun, GJTL mencetak laba bruto naik 5,94% menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,49 triliun.

Di tingkat bottom-line, GJTL membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 964,92 miliar pada Kuartal III-2026. Perolehan laba bersih ini melesat 22,19% dibandingkan Rp 789,69 miliar pada periode sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset GJTL tumbuh 14,58% menembus Rp24,83 triliun dari Rp21,67 triliun pada posisi akhir 2025. Pada kuartal III 2026 ini, total liabilitas tercatat sebesar Rp13,66 triliun, dan total ekuitas tercatat sebesar Rp11,16 triliun.

Lo Kheng Hong Koleksi 7,05% Saham GJTL

Jumlah itu terungkap dalam data kepemilikan saham yang diunggah BEI dan KSEI per 30 Oktober 2026.

Lo Kheng Hong diketahui tercatat masih memiliki 245.840.900 lembar saham GJTL atau merepresentasikan kepemilikan sebesar 7,05%. 

Sementara posisi pengendali saham GJTL masih dipegang oleh Denham Pte Ltd dengan porsi kepemilikan mencapai 1.724.972.443 saham atau setara dengan 49,50%.

Selain itu, investor institusi asing asal Prancis, Compagnie Financiere Michelin, tercatat menggenggam 348.480.000 saham atau porsi kepemilikan sebesar 10,00%, serta Caceis Bank/Non Treaty Ucits Clients sebanyak 40.120.000 saham atau setara 1,15%.