EmitenNews.com - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk (GMFI) membidik kontribusi pendapatan (revenue) dari lini bisnis pertahanan (defense) meningkat hingga 20% dalam lima tahun ke depan. Saat ini sektor pertahanan telah menyumbang 10% dari total revenue perseroan.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi mengatakan optimalisasi lini pertahanan ini didorong oleh semakin kuatnya kapabilitas perseroan dalam menangani perawatan dan modifikasi besar alutsista nasional.

"Tahun ini revenue dari defense berkontribusi 10 persen dari total revenue GMF, jadi target lima tahun ke depan naik 20 persen," ujar Andi kepada wartawan di Hangar GMFI Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang, Rabu (19/8).

Seiring dengan target itu, GMFI juga berhasil merampungkan modifikasi besar pesawat C-130H Hercules A-1319 milik Kementerian Pertahanan RI dan TNI AU. Proyek tersebut mencakup modernisasi sistem kokpit dari analog menjadi digital glass cockpit (Avionic Upgrade Program), penggantian Center Wing Box (CWB), serta Structural Integrity Program (SIP).

Andi menuturkan, pengerjaan pesawat prototipe pertama tersebut membutuhkan waktu 36 bulan karena dilakukan secara menyeluruh dari nol, termasuk pembuatan instalasi kabel baru dan pengujian terbang (test flight) sebanyak 17 kali hingga mengantongi persetujuan pabrikan.

"Tapi untuk pesawat berikutnya, prosesnya lebih cepat. Pesawat berikutnya 18 bulan. Jadi nanti pesawat nomor 3 dan 4 tahun ini juga selesai," tutur Andi.

Secara keseluruhan, GMFI mengantongi nilai kontrak sebesar USD80 juta untuk penanganan modifikasi dan perawatan 8 unit pesawat Hercules C-130H. Hasil dari pengerjaan struktur dan avionik itu diklaim mampu memperpanjang masa operasional armada hingga 15–20 tahun.

Selain armada Hercules, GMFI yang telah memiliki Strategic Business Unit (SBU) Defense sejak 2021 yang juga terlibat dalam program offset pertahanan untuk pemeliharaan alutsista lain seperti A400M, Jet Falcon, hingga Jet Rafale. Dalam pembagian kerja industri pertahanan nasional, GMFI berfokus pada pengerjaan struktur dan avionik, sementara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menangani sektor mesin (engine).

Selain itu, Andi juga mengatakan GMFI juga mulai mengoperasikan hangar baru di Bandara Pondok Cabe untuk melayani perawatan armada komersial maupun reguler, di samping hangar utama yang sudah ada di Soekarno-Hatta dan fasilitas helikopter di Cibubur.

"Nanti kita juga mulai hari ini kita operate di Pondok Cabe. Jadi Pondok Cabe sebenarnya resminya bulan lalu kita sudah buka di Bandara Pondok Cabe. Kita punya hangar. Hari ini kita sudah mulai karena satu pesawat Cebu Pacific masuk perawatan," katanya.