Green Power (LABA) Dirikan Anak Usaha Industri Baterai Motor Listrik
Manajemen PT Green Power Group Tbk (LABA), ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - Emiten yang bergerak dibidang perdagangan dan produksi baja dan produk turunan, PT Green Power Group Tbk (LABA) yang sebelumnya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk menyampaikan telah mendirikan dua anak usaha.
Corporate Secretary LABA, Ferry Cahyo menuturkan bahwa perseroan telah mendirikan anak perusahaan yang diberi nama PT Green Power Battery (GPB) dan PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT).
Untuk PT Green Power Battery (GPB), memiliki kegiatan usaha yang bergerak di bidang industry peralatan pengontrolan dan pendistribusian listrik-27120. Selain itu, industry batu baterai- 27201 dan industry baterai untuk kendaraan bermotor listrik-27203. Diperusahaan ini, perseroan memiliki porsi saham 5.100 lembar atau senilai Rp5,1 miliar, sedangnkan sisanya 4.900 lembar saham digenggam oleh PT Quindao Treasure Electronic Technology Co.,Ltd senilai Rp4,9 miliar.
Kemudian PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT) bergerak dibidang perdagangan besar suku cadangan dan aksesoris mobil - 45301, perdangangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya - 4505.
Selain itu, SEDT juga bergerak dibidang perdangan besar mesin kantor dan industry pengolahan, suku cadangan dan perlengkapannya-46591, dan yang terakhir bergerak dibidang perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya - 46599. Adapun porsi perseroan disini memiliki sebanyak 9.900 lembar saham atau senilai Rp9,9 miliar dan sisanya 100 lembar saham dipegang oleh PT Nev Stored Energy senilai Rp100 juta.
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





