GRPM Cetak Laba Minimalis Tapi Tumbuh Dua Digit di 2025
:
0
Potret Manajemen GRPM dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) berhasil menjaga akselerasi laba tetap dua digit, meski basis keuntungannya masih relatif minimalis.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis GRPM dikutip Selasa (24/3/2026), laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk GRPM tertakar minimalis yakni, sebesar Rp3 miliar pada 2025, naik 18,72 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp2,6 miliar pada 2024.
Menguliti sisi top line, penjualan bersih emiten distributor Coca-Cola itu terkumpul mencapai Rp754,4 miliar, meningkat 6,94 persen yoy dari Rp705,5 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen produk perawatan yang melesat 17,79 persen menjadi Rp396,6 miliar dari Rp336,7 miliar. Sebaliknya, segmen makanan dan minuman justru terkoreksi 2,97 persen menjadi Rp357,8 miliar dari Rp368,8 miliar.
Kenaikan pendapatan turut diiringi lonjakan beban pokok penjualan sebesar 7,18 persen yoy menjadi Rp698,2 miliar dari Rp651,4 miliar. Dampaknya, ekspansi laba kotor cenderung terbatas, hanya naik 3,96 persen menjadi Rp56,22 miliar dari Rp54,07 miliar.
Meski demikian, efisiensi pada level operasional membuat laba usaha tetap menguat 15,52 persen yoy menjadi Rp7,3 miliar dari Rp6,3 miliar, yang kemudian menopang pertumbuhan laba bersih di akhir periode.
Adapun, posisi neraca (aset, liabilitas, dan ekuitas) GRPM per 31 Desember 2025 total asetnya Rp191,50 miliar, meningkat dibandingkan posisi sebelumnya Rp185,66 miliar. Total liabilitas (Kewajiban) mencapai sekitar 67% dari total ekuitas, menandakan struktur permodalan yang didominasi hutang serta total ekuitas (Pemilik Entitas Induk) tercatat sebesar Rp72,62 miliar.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Selasa (17/3) saham GRPM tercatat menguat 2,17 persen naik 6 poin di level/posisi Rp282.
Related News
Umumkan DHB 5.0, Apresiasi Tinggi untuk Nasabah Setia Danamon (BDMN)
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI
Jadi Rebutan Investor, TPIA Resmi Tuntaskan PUB V Rp6 Triliun
Saham Bank Mandiri (BMRI) Drop 6 Hari Beruntun Usai Dirut Riduan Beli





