Grup Bakrie (ENRG) Ungkap Transaksi Baru
(Ki-Ka) - Kelik Rudi Suharya Director Energi Mega Persada, Tri Firmanto Director Energi Mega Persada, Adinda A. Bakrie Director Energi Mega Persada, Riri H. Harahap Director Energi Mega Persada, dan Edoardus Ardianto Vice President Director Energi Mega Persada. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) menginjeksi entitas usaha Rp105,14 miliar. Fasilitas pinjaman itu, mengaliri kas anak usaha yaitu Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL). Transaksi pemberian pinjaman emiten Grup Bakrie tersebut telah diteken pada 8 Januari 2026.
Transaksi tersebut memiliki jatuh tempo selambat-lambatnya 5 tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian pinjaman, dengan tingkat suku bunga sebesar tingkat bunga obligasi seri C perseroan dalam penawaran umum berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025.
Sesuai dengan rencana penggunaan dana pada obligasi I Tahap I, transaksi tersebut dilakukan untuk keperluan pelunasan seluruh pokok utang beserta bunga milik BSSL kepada Bank Mandiri (BMRI). Itu berdasar akta perjanjian kredit investasi No: WCO.KP/1255/KI/2024 Nomor 71 tanggal 17 Mei 2024.
Perseroan merupakan pemilik secara tidak langsung 99,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor BSSL. Dengan begitu, transaksi merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK 42/2020. Sesuai ketentuan Pasal 6 ayat (2) POJK 42/2020, transaksi hanya wajib dilaporkan kepada OJK.
”Transaksi tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” tegas Edoardus Ardianto, Vice President Director Energi Mega Persada. (*)
Related News
GOTO Pasang Target EBITDA Melesat Hingga 69 Persen di 2026
Pascabencana Aceh, Waskita Karya Fiksasi SPAM Untuk Air Bersih 3000 KK
Dilusi 50 Persen! Rights Issue UANG Incar Dana Ekspansi & Bayar Utang
Pendapatan Bunga BVIC Naik Tipis, Laba Bersih 2025 Sentuh Rp131,74M
HAIS Setujui 30 Persen Laba untuk Dividen, Tebar Rp9,95 per Saham
PGN Targetkan Penyaluran Gas Naik 4 Persen Jadi 877 BBTUD Pada 2026





