Grup Lippo (LPPF) Setujui Bagi Dividen Rp300 per Saham, Buyback Rp150M
Salah satu gerai milik LPPF
EmitenNews.com - Emiten grup Lippo Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyampaikan bahwa rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2024 sebesar Rp677.483.784.000.
Manajemen LPPF dalam keterangan resmi Kamis (10/4) mengungkapkan bahwa sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 10 April 2025 memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp300 per lembar.
RUPST juga menyetujui pembelian kembali atas saham-saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan yang akan dilakukan atas sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanan pembelian kembali saham adalah maksimal Rp 150 Miliar.
"Pembelian kembali saham direncanakan akan dilaksanakan paling lama 12 bulan terhitung setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat," tulis manajemen.
RUPST juga menerima dan menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Perseroan untuk tahun buku 2024, termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Berkelanjutan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Adapun jadwal pembagian dividen sebagai berikut:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 21 April 2025.
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 22 April 2025.
- Cum Dividen di Pasar Tunai pada 23 April 2025.
- Ex Dividen di Pasar Tunai pada 24 April 2025.
- Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 23 April 2025.
- Pembayaran Dividen 29 April 2025.
Related News
Investor Institusi LABA Divestasi Tembus Rp 13,38 Miliar di Harga Atas
Ada Rencana Aksi Korporasi Besar, Saham OPMS Ikut Menguat
Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Raih Penghargaan Top CSR of The Year 2025
Divestasi Tol Cimanggis–Cibitung, WSKT Kantongi Rp3,28 Triliun
Aksi Mundurnya Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880M





