EmitenNews.com - Indocement (INTP) menyudahi aksi buyback lebih dini. Itu setelah emiten semen Salim Group tersebut sukses menyerap 66,24 juta saham publik. Dengan demikian, periode buyback 22 Mei 2025 sampai 6 April 2026 menghabiskan anggaran senilai Rp437,87 miliar. 

Persentase pembelian kembali saham terhadap jumlah saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1,88 persen. ”Pelaksanaan buyback dilaksanakan dengan harga rata-rata Rp6.610 per lembar,” tegas Dani Handajani, Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa. 

Penghentian program buyback dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa realisasi pembelian kembali saham telah mencapai target yang direncanakan. Selain itu, langkah tersebut sebagai bagian dari langkah perseroan dalam melakukan optimalisasi struktur permodalan, dan pengelolaan kas secara prudent.

Selanjutnya, sisa dana yang sebelumnya dialokasikan untuk program buyback akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan operasional, dan kebijakan distribusi kepada pemegang saham, termasuk namun tidak terbatas pada rencana pembagian dividen, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. 

Sekadar informasi, pelaksanaan program pembelian kembali saham telah memperoleh persetujuan investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Mei 2025. Oleh sebab itu, dengan penuntasan aksi itu, perseroan telah menghentikan pelaksanaan program buyback tersebut. (*)