EmitenNews.com - Hapsoro Sukmonohadi menambah timbunan saham Singaraja Putra (SINI). Itu dilakukan pria biasa disapa Happy Hapsoro tersebbut dengan menyerap 3.452.500 eksemplar. Transaksi akumulasi suami Puan Maharani tersebut telah ditahbiskan pada Kamis, 23 Juli 2026.

Transaksi pembelian menantu eks presiden Megawati tersebut terjadi dengan harga pelaksanaan Rp5.000 Per lembar. Menyusul skema harga tersebut, Hapsoro dipaksa merogoh dana taktis senilai Rp17,26 miliar. Sebagai konsekuensi dari transaksi itu, koleksi saham SINI dalam pangkuan Hapsoro makin tebal secara jumlah.

Tepatnya, menjadi 46,74 juta lembar atau setara dengan 3,89 persen. Merosot 5,11 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 43,29 juta eksemplar setara 9 persen. Transaksi sang pengendali itu, diklaim untuk kepentingan investasi.

Selain Hapsoro, produsen alat tulis yaitu Deli Indonesia Raya memboyong 30 juta saham SINI. Alhasil, kini perusahaan juga bagian dari Deli Group resmi menggenggam 2,49 persen. Kemuidan, Ever Grace International Trading Limited juga menggenggam saham SINI. Perusahaan Singapura itu, melakukan manuver jumbo dengan membeli 90 juta lembar setara dengan 7,48 persen hak suara.

Selanjutnya, Autum Prima Indonesia kembali menambah porsi sahamnya di emiten Hapsoro tersebut. Ia tercatat membeli 60 juta lembar saham sehingga kepemilikannya bertambah dari sebelumnya 144,3 juta lembar menjadi 204,3 juta saham. Autum Prima juga diketahui salah satu pengendali dengan jumlah saham di atas 5 persen. Posisinya sama dengan Batubara development dan Hapsoro.

Terakhir, emiten grup Barito yaitu PT Petrosea (PTRO) juga tercatat memborong saham SINI sebanyak 237.893.000 lembar. Setelah transaksi, total porsi kepemilikan sahamnya melonjak drastis menjadi 239.105.000 lembar saham, atau setara 19,88 persen. (*)