EmitenNews.com - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), siang ini, menjadi salah satu hal yang dinantikan pasar. Pasalnya, pasar akan mencermati BI Rate hingga guidance BI menyikapi pelemahan rupiah, stabilitas pasar keuangan, serta respons terhadap tingginya yield global.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan sebetulnya pasar secara umum memperkirakan BI Rate dipertahankan di 5,75%, sehingga perhatian market kemungkinan bukan hanya pada keputusan suku bunga, melainkan pada statement dan forward guidance BI.

“Sebelumnya, tekanan terhadap IHSG cukup besar karena rupiah melemah 0,21% di level Rp17.884 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun mengalami stagnan di level 7,12%,” kata Nafan dalam risetnya, Rabu (23/9).

Di samping itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup merah pada perdagangan Selasa (22/9), tepatnya IHSG rontok 1,69% ke level 6.277,04.

Dari sudut pandang teknikal, pergerakan IHSG berada dalam fase koreksi wajar sejak pola “wave [iv]” terbentuk, bahkan sudah tersentuh MA60 sebagai support kuat.

“Dengan demikian, sejatinya struktur bullish masih berlaku dalam jangka panjang. Berdasarkan indikator, MA20&60 masih dalam kondisi positive crossover, didukung kenaikan volume. Meskipun demikian, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif,” lanjut Nafan.

Untuk perdagangan Rabu, 23 September 2026, sentimen IHSG bisa dikategorikan mixed-to-cautiously positive dengan peluang technical rebound selama IHSG masih bertahan di area MA60, setelah koreksi tajam sehari sebelumnya.

“Terutama apabila hasil dan komunikasi RDG BI mampu menenangkan market terkait rupiah dan stabilitas keuangan,” tukas Nafan.

Adapun rentang support berada di kisaran 6.175 dan 6.106 dengan resistance di kisaran 6.371 dan 6.452. ***