EmitenNews.com - Harga emas dunia menguat lebih dari +5% pada minggu ini dan mencatatkan kenaikan mingguan selama tiga minggu berturut-turut. Hasil ini menjadi rekor kenaikan terpanjang bagi komoditas tersebut sejak Februari. Dalam periode tiga minggu terakhir, harga emas secara keseluruhan telah melesat +14% hingga mencapai kisaran USD4.600 per troi ons.

Menurut laporan Global Market Investor kenaikan tajam harga emas terakselerasi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) secara mendadak menggandakan rencana pembelian kembali utang pemerintah jangka panjang. Kebijakan tersebut pada awalnya menekan imbal hasil jangka panjang dan melemahkan mata uang Dolar AS, yang kemudian mendorong kenaikan harga emas secara signifikan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya siap untuk memperluas program pembelian kembali utang tersebut lebih jauh. Ia juga memberi sinyal bahwa pemerintah akan segera mengumumkan inisiatif fiskal baru untuk mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.

Meskipun imbal hasil jangka panjang kemudian memulihkan sebagian besar penurunan awalnya, langkah tersebut menyoroti kekhawatiran yang semakin besar seputar beban utang pemerintah AS yang meningkat dan biaya pinjaman.

Langkah kebijakan AS tersebut mempertegas posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah meningkatnya risiko fiskal di tingkat global.

Lonjakan harga emas global ini turut memberikan dampak langsung terhadap pasar domestik Indonesia. Harga emas batangan Antam serta logam mulia di dalam negeri mengalami penyesuaian naik mengikuti tren pasar internasional. Selain itu, fluktuasi nilai tukar Dolar AS akibat lonjakan harga emas menjadi perhatian bagi pelaku pasar uang dan investor di Indonesia dalam mengelola portofolio investasi mereka.(*)