Harga Emas Tinggi, Pegadaian Catat Penyaluran Pinjaman Naik 17 Persen
Ilustrasi pelayanan PT Pegadaian. dok. Pegadaian. Republika.
EmitenNews.com - Animo masyarakat dalam membeli emas meningkat. Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian, Eka Pebriansyah mencatat penyaluran pinjaman meningkat hampir 17 persen year on year pada triwulan I-2024. Permintaan meningkat di tengah tren lonjakan harga emas saat ini.
"Harga emas luar biasa melonjaknya, imbasnya jumlah pinjaman yang diberikan dari Pegadaian meningkat. Kita sudah hitung sampai triwulan satu ini saja year on year hampir menyentuh 17 persen. Animonya tinggi banget masyarakat," kata Eka Pebriansyah, di Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Animo masyarakat untuk membeli atau mencicil emas juga tinggi karena saat harga emas tinggi, masyarakat Indonesia cenderung membeli emas.
"Ada mindset di masyarakat kita kalau beli emas itu biasanya bukan nunggu kalau emasnya lagi jatuh tapi ketika emas itu lagi naik. Saya sudah membaca karakter nasabah kita," ujarnya.
Ada pola pikir di masyarakat bahwa jika membeli emas saat harga emas jatuh, makin lama harga emas akan semakin jatuh.
Padahal, menurut Eka Pebriansyah, fluktuasi harga emas yang cenderung menurun hanya berlangsung untuk jangka pendek. Sementara untuk fluktuasi jangka panjang, harga emas akan semakin naik.
"Saat ini sangat tinggi permintaan emas di Pegadaian, karena harga emasnya tinggi. Jadi begitu harga emas tinggi, masyarakat beli, nih besok jangan-jangan makin naik lagi. Memang kelihatan sejak awal tahun itu naiknya terus begitu, bagus banget harga emas," tutur Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian, Eka Pebriansyah. ***
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





