EmitenNews.com - Dari 1.832 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juli 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 66,27 persen, gabah kering giling (GKG) 21,56 persen, dan gabah luar kualitas 12,17 persen.
Berdasarkan pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), selama Juli 2022 rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.569,00 per kg atau naik 0,68 persen. Sedang di tingkat penggilingan Rp4.682,00 per kg atau naik 0,71 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.
Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.210,00 per kg atau naik 1,19 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.323,00 per kg atau naik 1,03 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.305,00 per kg atau naik 0,78 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.412,00 per kg atau naik 0,88 persen.
Dibandingkan Juli 2021, rata-rata harga gabah pada Juli 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 5,99 persen; 6,89 persen; dan 8,21 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juli 2022 dibandingkan dengan Juli 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 6,22 persen; 6,42 persen; dan 8,34 persen.
Selama Juli 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 893 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.132 observasi beras di penggilingan.
Pada Juli 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.629,00 per kg, naik sebesar 1,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.092,00 per kg atau naik sebesar 0,93 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.906,00 per kg atau naik sebesar 0,64 persen.
Dibandingkan dengan Juli 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 2,41 persen; 2,31 persen; dan 5,00 persen.(fj)
Related News
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?
Wamenkeu: APBN di Daerah Harus Berorientasi pada Dampak dan Manfaat





