Jepang Tak Ragu Kembali Intervensi Untuk Tahan Yen
:
0
Menteri Keuangan Jepang Katsuyuki Katayama. (Foto: Financial Times)
EmitenNews.com - Pemerintah Jepang menegaskan tidak akan ragu untuk kembali melakukan intervensi bersama Amerika Serikat di pasar valuta asing guna menahan pelemahan nilai tukar yen. Pernyataan tegas otoritas moneter tersebut direspon positif oleh pasar dan mendorong penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Berdasarkan data pasar yang dilansir Biggo Finance, yen sempat menguat hingga level 156,679 per dolar AS pada perdagangan Jumat lalu, sebelum stabil di kisaran 157,806 atau naik sekitar 0,4 persen. Penguatan ini dipicu rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan serta penurunan indeks dolar. Sepanjang pekan lalu, yen bergerak dalam kisaran 155,22 hingga 158,57 per dolar AS. Pergerakan mata uang utama Asia ini turut memengaruhi dinamika pasar valas di Indonesia.
"Kedua belah pihak percaya bahwa yen telah dipengaruhi selama bertahun-tahun oleh perdagangan carry yen, yang merupakan aktivitas spekulatif, bukan transaksi yang didorong oleh permintaan aktual," ujar Menteri Keuangan Jepang Katsuyuki Katayama dalam wawancara dengan NHK pada Jumat lalu.
Katayama menegaskan bahwa otoritas Jepang dan AS siap melakukan intervensi kembali tanpa ragu-ragu jika spekulasi pasar berlanjut. Pemerintah Jepang juga menyiapkan langkah pendukung melalui kebijakan ekonomi makro dan mikro untuk menopang penguatan yen secara mendasar.
Sinyal keras dari pemerintah berhasil meredam aksi spekulatif pasar global. Data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) per 4 Agustus menunjukkan hedge fund memangkas posisi short bersih pada yen menjadi 63.600 kontrak. Jumlah ini berkurang hampir separuh dibandingkan posisi akhir Juni yang menembus 138.000 kontrak.
Ahli strategi State Street Lee Ferridge menilai pelaku pasar kini terus mengantisipasi potensi intervensi susulan. Menurutnya, pembalikan posisi spekulatif oleh hedge fund membuktikan bahwa ancaman intervensi pemerintah efektif menstabilkan pergerakan nilai tukar.(*)
Related News
Indonesia Pacu Manufaktur via BRICS
Harga Rumah Mewah Naik, Rumah Tipe Kecil Melambat
Ini Sebab Banyak Pelaku Usaha Tahan Ekspansi Meski Suku Bunga Turun
SpaceX Melesat 16%, Terbangkan S&P 500 ke Rekor Tertinggi
Minyak Dunia Anjlok 7 Persen Sepekan Akibat Hormuz
Cadangan Devisa RI Stabil USD145,3 Miliar Usai Terbit Bond





