Harga Minyak Dunia Naik, Elnusa Bidik Peluang Ekspansi di Hulu Migas
Direktur Utama PT Elnusa Tbk (ELSA) Litta Ariesca saat memaparkan kinerja sepanjang 2025. Photo/Rizki EmitenNews
Portofolio Layanan Hulu Migas Terintegrasi
Direktur Utama PT Elnusa Tbk (ELSA), Litta Ariesca dalam acara buka puasa bersama yang digelar di Jakarta, Kamis, menjabarkan bahwa sepanjang tahun 2025, Elnusa mencatat pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun, serta laba bersih Rp718 miliar. Dia juga menekankan bahwa Elnusa menutup tahun 2025 dengan likuiditas yang sehat, termasuk pelunasan sukuk Rp700 miliar sebagai wujud disiplin keuangan dan komitmen Elnusa terhadap tata kelola perusahaan yang baik.
Kinerja Elnusa didukung oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, meliputi Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang 2025, segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60 persen dari total pendapatan, diikuti jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28 persen, serta jasa penunjang migas sebesar 12 persen.
"Komposisi itu, mencerminkan ketahanan model bisnis Elnusa yang mampu menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir industri energi," ujarnya.
Sebagai perusahaan jasa migas yang berada di bawah subholding upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk memiliki portofolio layanan hulu migas yang terintegrasi. Layanan tersebut mencakup geoscience dan reservoir services, drilling dan workover services, hingga well intervention services yang mendukung aktivitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas.
Selain itu, perseroan juga didukung berbagai fasilitas operasional seperti unit coiled tubing, cementing units, wireline logging, serta layanan pengujian sumur (well testing) yang menjadi bagian penting dalam kegiatan pengeboran dan produksi migas.
Kinerja Operasional 2025 Menguat
Optimisme perusahaan juga didukung oleh kinerja operasional sepanjang tahun buku 2025 yang menunjukkan pertumbuhan positif. Dalam periode tersebut, Elnusa mencatat 1.298 pekerjaan wireline logging, pengujian lebih dari 16.000 sumur dan aktivitas pengeboran menggunakan sembilan unit modular rig.
Di sisi bisnis, Elnusa juga mencatat portofolio kontrak yang solid. Perseroan memiliki carry forward kontrak sebesar Rp11,9 triliun pada segmen hulu migas terintegrasi yang akan dibawa ke tahun 2026. Nilai ini mencerminkan permintaan layanan yang tetap kuat di sektor tersebut.
Related News
Bank BJB Cari Dana Segar Lewat Obligasi Keberlanjutan Rp932 Miliar
ZTE dan SURGE (WIFI) Tandai Kemitraan Bersejarah
ELPI Right Issue 22 Persen, 9 Maret Minta Restu Pemegang Saham
Dirut Bank Danamon Segera Lengser, MUFG Sudah Punya Penggantinya
Ada Rencana Divestasi! PGJO Jawab BEI Soal Volatilitas Transaksi Saham
Sudahi 2025, Emiten Aguan (CBDK) Surplus Laba 47 Persen Rp1,36 Triliun





