Harga Minyak Melonjak Lebih dari 7% Jelang Pertemuan Fed
:
0
Foto: Anadolu
EmitenNews.com - Harga minyak melonjak lebih dari 7% pada Rabu (29/7/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan merespons dengan keras upaya serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Patokan internasional minyak mentah Brent naik sekitar 7% menjadi sekitar $90 per barel pada pukul 1400 GMT, sementara patokan AS West Texas Intermediate naik sekitar 7% menjadi $84,60 per barel.
Trump mengatakan Iran akan menghadapi respons yang keras setelah Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pasukan AS.
Komando Pusat AS sebagaimana dikutip Anadolu, Rabu (29/7/2026) mengatakan rudal-rudal tersebut berhasil dicegat. Serangan itu dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS di Yordania.
Kembalinya permusuhan mengakhiri jeda singkat dalam pertempuran yang telah mendorong harga minyak turun di awal pekan karena ekspektasi kemungkinan de-eskalasi.
Kekhawatiran akan pasokan juga meningkat akibat serangan dari kelompok-kelompok yang didukung Iran, termasuk serangan pesawat tak berawak yang menargetkan fasilitas minyak di Wilayah Timur Arab Saudi, serta meningkatnya risiko terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.
Sementara itu, data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 3,3 juta barel pekan lalu, memberikan dukungan tambahan bagi harga.
Federal Reserve (Fed) akan menggelar pertemuan bulanan di bulan Juli Rabu (29/7/2026) waktu setempat. Banyak kalangan memperkirakan Fed tidak akan menaikkan suku bunga karena alasan inflasi terkendali dan tekanan pasar tenaga kerja juga mereda.
Hanya 30 persen yang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga. Apalagi menjelang pertemuan Fed, harga minyak kembali naik.
Related News
Suara Terpecah, Bank Sentral AS (Fed) Pertahankan Suku Bunga Acuan
Harga Emas Global Kembali Turun, Segini Harga Emas Antam
Industri Pembiayaan Masih Didominasi Otomotif, Segini Angkanya
Sektor Komunikasi dan Keuangan Bawa Saham Singapura ke Rekor Baru
Rupiah Sempat Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Sinyal Bahaya?
Rupiah Jebol 18.000, BI Janji Intervensi Pasar Valas





