Harga Minyak Mentah Dunia Turun Karena Kelebihan Pasokan
:
0
Harga minyak mentah dunia jatuh ke level terendah sejak akhir Februari dan diperdagangkan mendekati USD 68 per barel pada Senin.(Dok)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia jatuh ke level terendah sejak akhir Februari dan diperdagangkan mendekati USD 68 per barel pada Senin. Penurunan tajam ini dipicu oleh pulihnya aliran energi melalui Selat Hormuz serta ekspektasi lonjakan produksi dari organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+), yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan global.
Berdasarkan data Trading Economics, anggota OPEC+ menyetujui peningkatan kuota produksi kolektif secara moderat untuk bulan depan. Sebanyak tujuh negara yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia sepakat mendongkrak produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari. Keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan kelompok tersebut dalam meningkatkan pasokan seiring dengan kondisi di kawasan Timur Tengah yang terus stabil.
Produsen utama di wilayah Teluk Persia tercatat telah meningkatkan pengiriman mereka. Ekspor minyak dari Arab Saudi kini meningkat mendekati level sebelum perang. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA), yang sempat meninggalkan OPEC selama konflik berlangsung, juga telah memulihkan volume pengiriman minyaknya ke pasar internasional.
Faktor lain yang menekan harga adalah normalisasi lalu lintas kapal tanker minyak dan gas di Selat Hormuz pada hari Minggu. Pemulihan ini terjadi hanya sehari setelah beberapa kapal sempat melakukan putar balik dan pengalihan rute yang tidak dapat dijelaskan di sepanjang jalur energi penting tersebut.
Bagi Indonesia, penurunan harga minyak mentah dunia ini memberikan dampak ganda pada anggaran negara. Sebagai negara importir neto minyak bumi (net oil importer), penurunan harga ke level USD 68 per barel berpotensi meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya dalam mengalokasikan anggaran untuk subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Namun, penurunan ini juga berisiko mengurangi target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor hulu minyak dan gas bumi nasional. (*)
Related News
Raksasa Teknologi Global Gencar Berburu Modal Miliaran USD
Data Marketplace Sumber Informasi Kepatuhan WP, Ini Penjelasan DJP
Stablecoin Rupiah Efisiensi Transaksi Remitansi, Diaspora Mari Merapat
Bangun Jembatan Gantung, Begini Cara Entitas Anak WIKA Perkuat Peran
Samsung Investasi Pabrik Baterai Ion Natrium Rp294 Triliun
Indonesia Menuju Keanggotaan Penuh CPTPP, Target Airlangga 2027





