EmitenNews.com - Pasar modal global sedang menyaksikan gelombang penggalangan dana korporasi besar-besaran melalui penawaran umum perdana (IPO) dan penerbitan obligasi oleh sejumlah raksasa teknologi dunia. Langkah strategis ini berdampak besar pada arus modal internasional, termasuk menjadi perhatian bagi pelaku pasar di Asia.

Fenomena global ini juga berpotensi memengaruhi dinamika investasi di pasar berkembang seperti Indonesia, terutama terkait aliran modal asing di sektor teknologi dan AI.

Space Exploration Technologies Corp. atau SpaceX resmi melantai di bursa Nasdaq pada 12 Juni. Kapitalisasi pasar perusahaan teknologi luar angkasa ini dengan cepat melampaui angka USD 2 triliun atau sekitar NTD 63,9 triliun. Selain melalui ekuitas, SpaceX berencana mengumpulkan dana melalui saluran utang dengan menerbitkan lima tranche obligasi untuk mengincar dana segar minimal USD 25 bahari.

Analis senior Wang Zhaoli seperti dikutip BigGo Finance menunjukkan bahwa setelah pencatatan sahamnya, SpaceX menarik perhatian signifikan dari pasar modal, dengan kapitalisasi pasarnya dengan cepat melampaui angka USD 2 triliun, mendorong pasar untuk menilai kembali potensi pertumbuhan industri teknologi luar angkasa.

Tidak hanya SpaceX, pemimpin pasar chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia juga memperkuat cadangan finansialnya. Nvidia dilaporkan akan menerbitkan obligasi korporasi senilai USD 25 barat atau sekitar NTD 800 miliar demi meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Langkah Nvidia memperlihatkan bahwa raksasa teknologi tetap aktif memperkuat struktur keuangan untuk pengeluaran modal serta penyebaran strategis masa depan meskipun siklus industri sedang naik.

Tren perebutan modal internasional ini diprediksi akan terus berlanjut. Pengembang model bahasa besar seperti OpenAI dan Anthropic dikabarkan tengah mengevaluasi peluang IPO yang ditargetkan terealisasi pada tahun ini atau tahun depan. Jika rencana tersebut berjalan, persaingan modal di bidang AI akan semakin ketat.

Di sisi lain, raksasa memori asal Korea Selatan, SK hynix, berencana menerbitkan American Depositary Receipts (ADR) di Amerika Serikat. Hal ini mengonfirmasi bahwa seluruh rantai pasokan AI dan semikonduktor terus berburu dukungan modal global secara agresif.(*)