Harga Minyak Tetap Tinggi Gara-Gara Israel Rusak Perundingan AS-Iran
:
0
Harga minyak mentah berjangka WTI masih diperdagangkan di atas USD92 per barel.
EmitenNews.com - Harga minyak mentah berjangka WTI masih diperdagangkan di atas USD92 per barel pada hari Selasa karena perundingan AS-Iran terancam buntu lagi gara-gara Israel melancarkan serangan ke Lebanon.
Menurut Oilprice.com pada hari Senin harga minyak mentah di AS naik lebih dari 7%. Minyak mentah WTI melonjak 7,69% hingga mendekati USD93 per barel , sementara minyak mentah Brent melonjak 6,62%, diperdagangkan jauh di atas USD95 per barel karena investor bereaksi terhadap peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah.
Kantor berita Iran, Tasnim, melalui situs media sosial Telegram menyatakan para negosiator Iran akan menghentikan komunikasi dengan AS sebagai respon atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel ke Lebanon.
“Tidak akan ada dialog sampai Israel sepenuhnya menarik diri dari wilayah pendudukan di Lebanon dan menghentikan semua serangan di Lebanon dan Gaza,” lapor Tasnim.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Iran dan sekutu regionalnya sedang mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, jalur alternatif utama untuk pengiriman minyak global.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan negosiasi tetap berlangsung dan mencatat bahwa nota kesepahaman dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai dalam minggu depan.
Secara terpisah, otoritas Lebanon menyerukan agar seluruh wilayah Lebanon dicakup dalam setiap perpanjangan perjanjian gencatan senjata antara Hizbullah dan Tel Aviv.(*)
Related News
PMI Manufaktur Indonesia Mei 2026 Naik Tipis, Balik ke Jalur Ekspansi
Nvidia Dorong Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones ke Rekor Baru
Harga Emas Turun, Cek Data Kemendag Soal Pergeseran Minat Investor
Rupiah Menguat ke Rp17.805, Kebijakan DHE Berdampak?
Harga Emas Cenderung Naik, Begini Prospek Industri Perhiasan Nasional
DHE SDA Berlaku Mulai 1 Juni, Eksportir Wajib Repatriasi 100 Persen





