Harga Minyak Turun Tipis ke USD101 Meski Konflik Global Memanas
:
0
Harga minyak mentah dunia melorot pada perdagangan Senin (19/10), setelah mencatatkan kenaikan mingguan yang tajam. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melorot pada perdagangan Senin (19/10), setelah mencatatkan kenaikan mingguan yang tajam. Pelemahan ini terjadi di tengah tingginya risiko gangguan pasokan akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Data Trading Economics mencatat harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate turun ke kisaran USD101 per barel pada hari ini. Pada saat yang sama, minyak mentah jenis Brent bergerak turun ke bawah level USD109 per barel.
Meski melandai, kedua acuan minyak tersebut masih mempertahankan sebagian besar dari lonjakan harga sebesar 10 persen yang terjadi sepanjang pekan lalu.
Penurunan harga ini terjadi saat ketegangan militer di kawasan produsen minyak utama terus memanas. Bentrokan antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran belum menunjukkan tanda surut, ditandai jatuhnya helikopter militer Saudi di dekat perbatasan Yaman serta serangan Houthi ke pusat ekspor minyak Yanbu.
Eskalasi di Selat Hormuz juga meningkat setelah tiga kapal tanker dilaporkan rusak sepanjang akhir pekan. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan jalur perairan strategis tersebut tetap ditutup dan kapal hanya boleh melintas dengan izin mereka.
Sementara di Eropa, serangan udara Ukraina memicu kebakaran di terminal ekspor minyak St. Petersburg pada Minggu (18/10) melalui peluncuran lebih dari 1.000 drone ke wilayah Rusia.
Penahanan sanksi tambahan oleh Amerika Serikat menjadi faktor penahan pergerakan harga minyak. "Saya telah mencapai kesepakatan ekspor diesel dengan Rusia dan menunda sanksi tambahan untuk menghindari membahayakan negosiasi perdamaian dengan Ukraina," ujar Presiden AS Donald Trump.
Bagi Indonesia, pergerakan harga minyak dunia di atas USD100 per barel tetap memerlukan kewaspadaan tinggi. Posisi Indonesia sebagai pengimpor netto minyak mentah membuat fluktuasi harga global berdampak langsung pada beban subsidi energi dalam APBN serta harga bahan bakar minyak di dalam negeri.(*)
Related News
Euro Melemah Tertekan Gelombang Protes Kekerasan di Eropa
Pasar Saham AS Bangkit Menjelang Rilis Kinerja Emiten
BVIC Siapkan Rp154,2M untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo 8 November
Jebakan Pinjol Jadi Sinyal Darurat Tekanan Daya Beli Masyarakat
Ekonomi Digital Jadi Mesin Kejar Investasi Rp2.258 T
Transaksi Emas Digital Melejit 641%, 8 Bulan Tembus Rp299,49 Triliun





