EmitenNews.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Rabu(10/3/2021) memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama BBTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal.
Selain itu RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
Menurut Wakil Direktur Utama BBTN, Nixon LP Napitupulu bahwa dengan pengangkatan Haru Koesmahargyo akan memperkuat perseroan tetap optimistis dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid.
“Apalagi dengan masuknya pak Haru teman saya, ada tiga CFO (Chief Financial Officer) di BBTN. Pak Haru CFO, saya CFO dan direktur keuangan BBTN sendiri Nofry Rony Poetra,” jelas Nixon dalam paparan publik usai RUPST, Jakarta, Rabu (10/9/2021)
Ia menambahkan, perseroan yakin target bisnis yang ditetapkan untuk tahun 2021 akan tercapai didukung Jajaran Direksi yang ditetapkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Adapun, pada 2021, emiten bersandi saham BBTN ini membidik laba bersih naik ke kisaran Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun.
Beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan BBTN di tahun kerbau logam ini yakni kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7 persen-9 persen. Dana Pihak Ketiga pun ditargetkan berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit atau dikisaran 7 persen-9 persen.
Selain itu, dia mengungkapkan BBTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.
“Kami optimistis jajaran baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional].” kata dia.
Berikut susunan Komisaris dan Direksi baru Bank BTN:
Related News
Dua Saham Debut IPO, JELI dan JECX Melesat
Resmi Listing, Saham JECX Meroket 24,8% di Hari Pertama IPO Rp609,98M
Emiten INACO JELI Debut di BEI, Langsung ARA 25 Persen ke Rp1.125
Emiten Prajogo (TPIA) Jajakan Obligasi Jumbo, Bunga Atraktif
Gandakan Free Float, SAC Lego 73,7 Juta Saham SMLE
Pengendali Gelontor BMAS Rp1,36 Triliun, Telisik Rincian Transaksinya





