Hati-Hati! BEI Rilis Pengumuman Penting soal 3 Saham Ini
ILustrasi: Investor Memantau pergerakan saham.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa pihaknya tengah mencermati pergerakan harga saham PT Hotel Fitra International, Tbk. (FITT), PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera, Tbk. (BBSS), dan PT Citra Tubindo, Tbk. (CTBN). Pasalnya mengalami lonjakan harga secara tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).
Adapun, informasi terakhir yang dipublikasikan masing-masing emiten kepada publik adalah BBSS tengah ada Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada (9/5). BBSS mengalami kenaikan 67,88% sejak RUPST hingga perdagangan sesi pagi belum dibuka hari ini (15/5) pukul 08.58 WIB mencatatkan harga tertingginya di Rp324.
Kemudian, FITT menerbitkan Laporan bulanan registrasi pemegang efek per (8/5). Harga saat itu Rp149, FITT hingga sesi pagi hari ini (15/5) tepatnya pukul 09.08 WIB mendapatkan lock auto-rejection atas (ARA) mentok di angka Rp262 per saham, sebanyak 7.847 lot antre beli.
Selanjutnya, CTBN yang menyampaikan bukti iklan pemberitahuan RUPS per (9/5). Ekuitas yang sedang dalam pemantauan (FCA) ini mencatatkan harga Rp5,825 per hari ini (15/5). CTBN telah dari jauh-jauh hari mengalami kenaikan sejak (29/4) menteng di harga Rp2,750, naik drastis sebesar 111,82%.
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada tiga saham tersebut, Bursa saat ini sedang memantau pola transaksinya. Investor diimbau untuk memperhatikan tanggapan perusahaan atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta mencermati kinerja dan rencana aksi korporasi emiten, terutama yang belum disetujui dalam RUPS, jelas Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya pada Rabu (14/5).
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





