Luluh-Lantak Nyaris 5 Persen! IHSG Dibombardir Sentimen Buruk Beruntun
:
0
Monitor IHSG babak belur. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan memperdalam pelemahan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Per pukul 11.04 WIB, IHSG menjunam 320,46 poin atau 4,77% ke level 6402,56.
Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan pada rupiah yang tembus Rp17.677 per dolar AS menurut data Bloomberg pada 10.00 WIB.
Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menyebut IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan kemungkinan akan menguji wave 5 atau A.
Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif dan volume mengalami penurunan. Support IHSG berada di 6.715 dan 6.590, sedangkan resistance di 6.917 dan 7.014.
"Market cenderung merespons neutral hingga negatif karena pertemuan AS–Tiongkok belum menghasilkan kesepakatan substansial yang bersifat mengikat terkait stabilitas kawasan Timur Tengah maupun pembukaan normal jalur Selat Hormuz," tulis Nafan.
Ia menambahkan ancaman Presiden AS Donald Trump yang siap meningkatkan intensitas militer jika Teheran tidak melunak membuat risiko geopolitik di Timur Tengah masih sangat rapuh.
Pasar juga masih mencerna dampak keluarnya sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard dan Small Cap Index, sehingga foreign outflow diperkirakan masih berlanjut meski dengan intensitas yang menurun.
Pergerakan rupiah yang tertahan di kisaran Rp17.597 per dolar AS menjadi faktor penekan utama bagi volatilitas indeks. Investor cenderung mengambil posisi defensif sambil mencermati langkah intervensi Bank Indonesia menjelang pengumuman BI-Rate pada Rabu 20 Mei 2026. BI diperkirakan menahan BI-Rate pada 4,75% demi menjaga stabilitas rupiah.
Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebut ada potensi The Fed tidak menurunkan suku bunga tahun ini, bahkan bisa menaikkan bunga karena inflasi AS masih naik ke 3,8% year-on-year. Harga minyak juga berpeluang terus melonjak seiring tensi geopolitik yang tinggi.
"Itulah kenapa investor global banyak keluar dari emerging market. Jadi bukan Indonesia saja tapi emerging market," ujarnya.
Related News
KISI Terus Dorong Literasi dan Akses Investasi bagi Generasi Muda
Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan
Tongkrongi BI Rate, Investor Sikat Saham JPFA, SUPA, PGEO hingga BULL
IHSG Nyungsep Efek MSCI, Pasar Domestik Sambut Aliran Modal Korsel
Pelototi Saham Ini, IHSG Berpotensi Terkoreksi





