Hati-hati! Saham Ini Dalam Pengawasan BEI
Manajemen LABA ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah memantau pergerakan dan pola transaksi saham PT Green Power Group Tbk (LABA). Pasalnya terjadi penurunan harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 11 Maret 2025 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.
Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan suspensi Saham LABA di Pasar Reguler dan Tunai pada periode 23 s.d. 30 Agustus 2024 dan pada tanggal 21 Agustus 2024 dalam rangka cooling down.
Selanjutnya UMA pada tanggal 19 Agustus 2024 atas perdagangan saham LABA dan suspensi di Pasar Reguler dan Tunai dan Waran Seri I LABA pada periode 13 s.d. 30 Mei 2024 dan suspensi saham LABA di Pasar Reguler dan Tunai dan Waran Seri I LABA pada tanggal 8 Mei 2024 dalam rangka cooling down dan UMA pada tanggal 6 Mei 2024 atas perdagangan saham LABA.
Pada perdagangan hari ini Rabu (12/3) saham LABA masih naik Rp11 atau menguat 7 % menjadi Rp161 per lembar.
- Green Power Group Tbk sebelumnya bernama PT.Ladangbaja Murni Tbk (LABA). Perubahan nama tersebut terjadi pada 1 Juli 2024.
Perubahan nama seiring telah resmi masuknya pengendali baru LABA, yakni PT Nev Stored Energy (NSE).
Kini LABA masuk bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebelumnya LABA merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham LABA maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa.
Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





