Hilirisasi Nikel Digenjot, Saham ANTM Diproyeksi Menguat
:
0
ilustrasi papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com -
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi hasil kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan mitra asing dari konsorsium Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CBL) di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Proyek ini diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap prospek saham PT ANTAM Tbk, terutama dalam jangka menengah dan panjang.
Menurut Nafan Aji Gusta, Ekonom dan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, pembangunan fasilitas industri baterai ini merupakan bentuk nyata dari penguatan hilirisasi nikel nasional.
“Proyeksi positif terhadap saham ANTAM diperkuat dengan posisi perusahaan sebagai pelaku utama di sektor pertambangan yang kini bergerak aktif menuju hilirisasi dan manufaktur teknologi. Dengan realisasi proyek ini, ANTAM berpotensi menikmati peningkatan laba bersih, efisiensi produksi, dan penguatan valuasi di pasar modal,” katanya.
Selain efek ekonomi makro, seperti peningkatan pertumbuhan daerah dan penciptaan lapangan kerja, proyek ini juga diyakini akan memperkuat transisi energi nasional menuju net zero emission. Bagi investor dan pelaku pasar, langkah ANTAM ini membuka ruang pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
“Ini kan masih on breaking, berarti baru dibangun pabrik IBC–CBL-nya. Mudah-mudahan saja progres pembangunannya bisa berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Nantinya, ANTAM akan mampu meningkatkan kemampuan dalam menciptakan added value,” ujar Nafan.
Sebagai salah satu penyuplai utama bahan baku nikel untuk industri baterai di bawah kendali IBC, ANTAM disebut akan mendapatkan manfaat langsung dari terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi secara nasional dan internasional.
“ANTAM ini sebagai penyuplai nikel ke IBC, ya nanti added value itu yang akan menjadi benefit bagi peningkatan kinerja fundamental ANTAM ke depan. Asalkan produk baterai itu bisa terserap dengan baik oleh pasar,” katanya.
Proyek ekosistem industri baterai ini terdiri dari enam proyek terintegrasi: lima di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu di Karawang. Area pengembangan mencapai 3.023 hektare dengan kapasitas serapan hingga 8.000 tenaga kerja langsung, disertai pembangunan 18 proyek dermaga multifungsi.
Related News
SWF Norwegia Koleksi 23 Saham RI, Cek Daftar Lengkapnya!
DBS Ungkap 5 Aset Andalan di Semester II 2026, Saham Asia Hingga Emas
Gandeng Burger Bangor, BTN Satukan Hiburan, Kuliner, dan Olahraga
IHSG Sesi I Bangkit 0,37 Persen ke 6.064 Usai Sempat Tersungkur
Lanjut Menghijau, IHSG Dibuka Naik 0,29 Persen ke 6.059
Prediksi IHSG, Potensi Menguat Karena Sentimen Ini





