EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan November 2026 dengan volatilitas tinggi. Sempat merosot hingga 4.981,51 pada awal perdagangan, indeks kemudian berbalik menguat 39,78 poin atau 0,79% ke level 5.096,83 pada penutupan perdagangan, Senin (2/11/2026).

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 35,37 miliar saham, frekuensi 1,45 juta kali, dan nilai transaksi Rp12,42 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp8.950,97 triliun.

Sebanyak 315 saham menguat, sementara 285 saham melemah dan 118 saham bergerak stagnan. Meski jumlah saham yang naik lebih banyak, pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar masih bervariasi.

BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp986,4 miliar. Namun, harganya stagnan di Rp4.980 per saham. AADI menyusul dengan nilai transaksi Rp518,1 miliar, tetapi harganya justru merosot 6,75% ke Rp10.700. Adapun BBRI mencatat transaksi Rp502,8 miliar dengan kenaikan harga 0,71% ke Rp2.820 per saham.

Dari sisi frekuensi, BUMI menjadi saham yang paling sering diperdagangkan, yakni 49.421 kali, dengan nilai transaksi Rp474 miliar. Harga sahamnya menguat 7,56% ke Rp128 per saham.

Sementara itu, DFAM memimpin daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi, melonjak 33,93% ke Rp75 per saham. INET menyusul dengan penguatan 16% ke Rp174, sedangkan BREN melesat 15,32% ke Rp2.070 per saham.

Di sisi lain, DSNG menjadi saham dengan penurunan harga terbesar, terkoreksi 6,77% ke Rp1.445 per saham. Selanjutnya SEMA yang turun 6,77% ke Rp358 per saham. AADI juga masuk jajaran saham tertekan dengan penurunan 6,75% ke Rp10.700.