IHSG Berpeluang Lanjut Rebound
:
0
Ilustrasi, billboard menampilkan sejumlah saham di zona hijau. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7/2026).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal IHSG telah berhasil rebound dan membentuk beberapa pola upward bar dari fase wave (b). Indikator Stochastic K-D menunjukkan sinyal positif yang didukung peningkatan volume transaksi, meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) masih memberikan sinyal negatif.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih positif sehingga kecenderungan rebound berlanjut. Namun, aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG, sehingga potensi kenaikan kemungkinan berlangsung secara bertahap,” ujar Nafan dalam riset hariannya.
Pada perdagangan Senin (6/7), IHSG ditutup menguat 0,68% ke level 5.916 setelah sempat bergerak di zona merah pada sesi pertama. Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks), meski nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Menurut Nafan, saham-saham big banks masih berpotensi menjadi penopang utama IHSG apabila aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar domestik.
Dari eksternal, pelaku pasar kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan, pasar memperkirakan bank sentral AS tidak akan terlalu agresif melanjutkan pengetatan moneter pada tahun ini.
Selain itu, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah turut membantu menjaga sentimen global dan menstabilkan harga energi. Kondisi tersebut dinilai masih membuka peluang bagi sektor bahan baku dan energi untuk melanjutkan penguatan setelah menjadi motor kenaikan IHSG pada awal pekan.
Sementara dari domestik, Mirae Asset menilai perhatian investor akan tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juni 2026. Konsensus memperkirakan posisi cadangan devisa berada di kisaran USD145 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi Mei 2026 sebesar USD144,9 miliar.
Menurut Nafan, apabila cadangan devisa meningkat atau setidaknya tetap stabil, kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah, pasar obligasi, maupun IHSG karena mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.
Secara teknikal, Mirae Asset memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di kisaran 5.848 dan 5.723, sedangkan level resistance berada pada area 5.972 hingga 6.127. Hingga saat ini, aksi jual investor asing secara year to date masih tercatat mencapai sekitar Rp88,91 triliun.
Related News
Agresif, Komut CUAN Bungkus 1 Juta Lembar
Pangkas Anggaran MBG, IHSG Sundul 6.000
Valbury Bocorkan Outlook Pasar Q3: Emas Tetap Seksi?
IHSG Balik Arah di Sesi I (6/7), Sembilan Sektor Kompak Merah!
IHSG Berbalik Melemah Jelang Akhir Sesi I
Awal Pekan, IHSG Dibuka Volatil Jajal Level 5.900





