IHSG Berpeluang Rebound, Pantau Saham BMRI, UNTR, hingga ADRO
:
0
EmitenNews.com—Peluang rebound bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terbuka pada Selasa (13/12). IHSG bisa rebound dengan syarat selama berada di atas 6.641, dari candle hammer & indikator oversold.
Namun,IHSG masih dalam trend bearish, selama di bawah 6.890. Secara teknikal, indikator MACD bearish, stochastic oversold, di bawah support 6.891, candle hammer. Jika bisa ditutup harian di bawah 6.890, IHSG masih berpeluang terkoreksi dengan target 6.747 (tercapai), 6.683 (tercapai), 6.587. Jika rebound, IHSG berpeluang menuju 6.820, 6.980.
“Resistance pada perdagangan hari ini berada di 6.747, 6.787, 6.820, 6.892 dengan support 6.683, 6.641, 6.611, 6.559. Adapun perkiraan range berada di rentang 6.670 - 6.780,” kata Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar.
Kemarin (12/12), bursa regional Asia Pasifik mencatat penurunan di tengah penantian investor terhadap hasil keputusan The Fed dan data inflasi Amerika Serikat (AS). Hang Seng dan Shenzen Index turun signifikan masing-masing sebesar 2,20% dan 0,89%. Jepang melaporkan producer price index (PPI) sebesar 9,3% year-on-year (YoY) pada November 2022, di atas ekspektasi.
Dari AS, Dow Jones Industrial Average mencatat penguatan sebesar 1,58%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 1,43%. Sementara Nasdaq juga menguat sebesar 1,26%. Investor menanti data inflasi AS untuk November 2022 yang akan dirilis hari ini serta keputusan the Fed pada minggu ini. Di sisi lain bursa Eropa mencatat pelemahan, seperti FTSE 100 dan CAC 40 yang masing-masing turun 0,41% dan DAX Performance Index yang terkoreksi 0,45%. Inggris mengumumkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5% YoY pada Oktober 2022, di atas ekspektasi.
Related News
Tanggul Banjir Rob Jakarta Rampung 2027, Pusat Bisnis Terlindungi
Amankan Listrik, ESDM Tugasi Badan Usaha Pasok 212 Juta Ton Batubara
Intip! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Simak! Berikut 10 Top Gainers Pekan ini
IHSG Naik Tipis, Asing Lepas Rp76,15 Triliun
Listing Perdana di 2026, Empat Saham Ini Masuk ISSI





