EmitenNews.com – IHSG ditutup melemah pada perdagangan  Rabu (27/10/21) sebesar -0,82% (-54,72 poin) menuju level 6.602,2 dengan nilai transaksi perdagangan 13,4 triliun dan net buy asing sebesar 151,56 Miliar di pasar reguler. 

 

IHSG gagal menembus level area resistance all time high dengan kecenderungan para investor yang melakukan taking profit pada pekan akhir oktober. Beberapa sektor industri menggunakan batubara sebagai sumber energi primer. Pemerintah mewacanakan pengaturan harga batubara untuk kebutuhan industri di dalam negeri tersebut. 

 

Pemerintah saat ini tengah membahas penetapan harga domestic market obligation (DMO). Wacana ini akan mempertimbangkan operasional produsen batubara dan ruang fiskal negara secara berkelanjutan, dan akan dibuat lebih flexible.

 

“IHSG berpotensi bergerak melemah pada level area 6.515 - 6.656 dengan pertimbangan Indikator Moving Average pada puncak Uptrend dan Indikator stochastic pada area overbought indikasi melemah jangka pendek dengan tekanan jual meningkat dan volume bertambah Sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak melemah,” kata Indra Tedja Kusuma Analis Sucor Sekuritas, Kamis (28/10/2021).

 

Adapun dalam kondisi pasar saat ini Indra menyarankan para pelaku pasar baik itu investor atau trader dapat mencermati saham-saham seperti MIKA, LPCK, KIOS, EMTK, FREN dan CASH.

 

MIKA Buy On Weakness dengan support di 2220 cutloss jika break di bawah 2160 Jika tidak break di bawah 2250 potensi naik ke 2300 - 2350 short term. 

 

LPCK Spekulasi Buy dengan support di 1025 cutloss jika break di bawah 1010  jika tidak break di bawah 1045 potensi naik ke 1080  - 1120 short term. 

 

KIOS Spekulasi Buy dengan support di 720 cutloss jika break di bawah 700 Jika tidak break di bawah 740 potensi naik ke 800 - 830 short term. 

 

EMTK Buy On Weakness dengan support 1830 cutloss jika break di bawah 1800 Jika tidak break di bawah 1845 potensi naik 1930 - 1970 short term.