EmitenNews.com – IHSG ditutup melemah pada perdagangan  Senin (1/11/21) sebesar -0,58% (-38,45 poin) menuju level 6.552,89 dengan nilai transaksi perdagangan 10,4 triliun dan net buy asing sebesar 208,1 Miliar di pasar reguler.  

 

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan biaya logistic nasional telah turun menjadi 21.3% terhadap PDB, dari sebelumnya di kisaran 23%-24% terhadap PDB. Faktor yang menurunkan biaya logistic ini diantaranya adalah pembangunan infrastruktur dan faktor perizinan. 

 

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif oleh pemerintah dapat memberikan pilihan pada pengguna jasa untuk menggunakan akses laut, darat maupun udara yang berdampak pada efisiensi biaya. Dari sisi perizinan, pemerintah juga turut melakukan relaksasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja yang telah mendorong kemudahan dalam perizinan berusaha.

 

“IHSG berpotensi bergerak Melemah pada level area 6.535 - 6.600 dengan pertimbangan Indikator Moving Average menyentuh garis MA20 dan Indikator stochastic pada area overbought dengan tekanan jual meningkat dan volume bertambah, sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak melemah,” kata Indra Tedja Kusuma Analis Sucor Sekuritas, Selasa (2/11/2021).

 

Untuk saham-saham yang bisa menjadi perhatian para investor maupun trader dalam kondisi pasar saat ini menurut Indra BNBA, BEBS, WIKA, ASSA, FREN dan FILM layak untuk di cermati.

 

BNBA Spekulasi Buy dengan support di 1580 cutloss jika break di bawah 1560 Jika tidak break di bawah 1605 potensi naik ke 1650 - 1680 short term. 

 

BEBS Spekulasi Buy dengan support di 1920 cutloss jika break di bawah 1900  jika tidak break di bawah 1930 potensi naik ke 1980  - 2050 short term. 

 

WIKA Buy On Weakness dengan support di 1230 cutloss jika break di bawah 1210 Jika tidak break di bawah 1250 potensi naik ke 1300 - 1350 short term. 

 

ASSA Buy On Weakness dengan support 3310 cutloss jika break di bawah 3260 Jika tidak break di bawah 3340 potensi naik 4050 - 4120 short term.