EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring tekanan sentimen global dan berlanjutnya evaluasi indeks oleh MSCI Inc..

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka turun 31,04 poin atau 0,41 persen ke level 7.528,34. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp232,53 miliar dengan volume 391,29 juta saham dari 48.024 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.363 triliun.

Pergerakan saham menunjukkan 280 saham naik, 73 saham turun, dan 288 stagnan. Meski mayoritas saham menguat, indeks tetap tertekan oleh saham berkapitalisasi besar dan sentimen eksternal.

Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat IHSG sebelumnya ditutup melemah sekitar 0,5 persen ke level 7.559 setelah MSCI mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam review Mei 2026.

Selain itu, MSCI juga mengonfirmasi rencana penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi seperti Barito Renewables Energy Tbk dan Dian Swastatika Sentosa Tbk dari konstituen indeks. Meski demikian, risiko penurunan status Indonesia dari emerging market dinilai masih sebagai skenario kecil (tail risk).

“Keputusan ini masih sejalan dengan ekspektasi pasar… sehingga risiko penurunan status ke frontier market lebih tepat dipandang sebagai tail risk,” tulis riset Mirae.

Ke depan, pasar dinilai berpotensi kembali fokus pada fundamental emiten, ditopang stabilitas suku bunga acuan di level 4,75 persen serta kebijakan yang menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

Dari sisi global, sejumlah indikator menunjukkan tekanan berlanjut, termasuk indeks DJIA yang turun 0,59 persen dan FTSE 100 yang melemah 1,05 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.143 per dolar AS.

Analisis Teknikal IHSG dan Saham Pilihan

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase koreksi normal (normal correction) dengan potensi pergerakan terbatas.

Support IHSG: 7.447 dan 7.346

Resistance IHSG: 7.591 dan 7.677

Beberapa saham yang direkomendasi Mirae Asset Sekuritas, di antaranya:

Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Pullback

TP1: 5.875 | TP2: 6.350

Support: 5.550 dan 5.275

Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) – Upside masih terjaga