EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (21/4/2026), turun 69,46 poin atau 0,91 persen menjadi 7.524,65. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, dan sentimen globalbelum stabil.

Pergerakan pasar menunjukkan 237 saham menguat, 92 saham melemah, dan sisanya stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp219,59 miliar dengan volume 528,20 juta saham dari 44.244 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp13.504 triliun.

Tekanan utama datang dari saham-saham besar, di mana Barito Renewables Energi Tbk. (BREN) terkoreksi 7,2 persen ke Rp6.125 dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) merosot 12,23 persen ke Rp2.870. Koreksi ini mencerminkan aksi jual yang masih mendominasi pada sektor energi dan konglomerasi.

Dari eksternal, sentimen pasar turut dipengaruhi keputusan MSCI Inc. yang kembali mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam review indeks Mei 2026. Kebijakan tersebut membuat tidak ada penambahan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes serta menahan kenaikan bobot dan klasifikasi saham Indonesia.

“MSCI akan membekukan semua peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Share (NOS); MSCI tidak akan mengimplementasikan penambahan indeks ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI); MSCI tidak akan mengimplementasikan migrasi naik antar indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard,” tulis pengumuman MSCI.

Selain itu, faktor global juga kembali memanas seiring kenaikan harga minyak akibat eskalasi geopolitik atas ketidakpastian perdamaian AS-Iran. Kondisi ini meningkatkan premi risiko terhadap aset domestik dan menekan nilai tukar rupiah, sehingga mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter.

Secara teknikal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase koreksi wajar setelah reli sebelumnya. Berdasarkan analisis dari Muhammad Nafan Aji, indeks saat ini berada pada kondisi overbought, sehingga potensi pullback menjadi hal yang normal dalam jangka pendek.

Level support IHSG berada di kisaran 7.447 hingga 7.346, yang menjadi area krusial untuk menahan tekanan lanjutan. Sementara itu, resistance terdekat berada di rentang 7.677 hingga 7.774. Selama IHSG masih tertahan di bawah area resistance tersebut, ruang penguatan dinilai masih terbatas dan rawan disertai volatilitas tinggi. (*)