IHSG Diramal Mix Menuju 6626, Analis Rekomendasikan LPPF Hingga WIKA
EmitenNews.com - IHSG ditutup menguat pada perdagangan Rabu (4/11/21) sebesar +0,91% (+58,79 poin) menuju level 6.552,1 dengan nilai transaksi perdagangan 10,4 triliun dan investor asing membukukan nett buy sebesar 158 Miliar.
BPS merilis angka inflasi pada bulan Oktober 2021 Secara bulanan, inflasi Oktober tercatat sebesar 0,12% sedang untuk tahunan atau year on year sebesar 1,66%. Namun jika melihat realisasi inflasi sepanjang tahun berjalan atau year to date tercatat sebesar 0,93% saja. Angka inflasi ini jauh di bawah proyeksi Bank Indonesia yakni sebesar 2% hingga 4% sepanjang tahun 2021 ini. Ekonomi Indonesia di kuartal III/2021 diperkirakan akan tumbuh 4,1 persen dengan kisaran 3,9 persen hingga 4,3 persen, setelah melonjak 7,07 persen pada triwulan sebelumnya.
“IHSG berpotensi bergerak Mix menuju level area 6.510 - 6.625 dengan pertimbangan Indikator Moving Average pada posisi downtrend dan Indikator Stochastic menuju area oversell tekanan jual melemah dan volume beli menguat Sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak mix,” kata Indra Tedja Kusuma Analis Sucor Sekuritas, Kamis (4/11/2021).
Adapun pada perdagangan hari ini, saham-saham yang dapat menjadi perhatian para pelaku pasar menurut Indra Adalah KIOS, LPPF, PRDA, WIKA, CTRA dan LPCK.
KIOS Buy On Weakness dengan support di 720 cutloss jika break di bawah 700 Jika tidak break di bawah 735 potensi naik ke 790 - 830 short term.
LPPF Buy On Breakout dengan support di 3320 cutloss jika break di bawah 3270 jika tidak break di bawah 3370 potensi naik ke 3500 - 3550 short term.
PRDA Spekulasi Buy dengan support di 6950 cutloss jika break di bawah 6800 Jika tidak break di bawah 7100 potensi naik ke 7300- 7450 short term.
WIKA Buy On Weakness dengan support 1230 cutloss jika break di bawah 1210 Jika tidak break di bawah 1250 potensi naik 1300 - 1350 short term.
CTRA Spekulasi Buy dengan support di 1050 cutloss jika break di bawah 1030 Jika tidak break di bawah 1070 potensi naik ke 1120 - 1150 short term.
Related News
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM
Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Beroperasi





