IHSG Ditutup Naik 0,06 Persen, BRIS, EMTK, MEDC Top Gainers LQ45

EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sore hari ini Kamis (22/12) menguat 3,76 poin atau 0,06% ke level 6.824.
Penguatan IHSG di penutupan sore hari ini didorong sembilan sektor dari total 11 sektor yakni indeks sektor teknologi naik hingga 1,71%. Sektor perindustrian naik 1,00%. Sektor transportasi naik 0,84%. Sektor infrastruktur naik 0,83%. Lalu sektor kesehatan naik 0,64%. Sektor keuangan naik 0,64%). Sektor properti dan real estate naik 0,62%. Sektor barang konsumer non primer naik 0,38% dan Sektor energi naik 0,15%.
Total volume transaksi yang diperdagangkan mencapai 18,00 miliar dengan total nilai transaksi Rp 8,01 triliun. Sebanyak 285 saham yang naik, 218 saham yang turun dan 200 saham yang stagnan.
Top losers LQ45 hingga penutupan hari ini, indocemen Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) 2,03% ke Rp 9.650 per saham, Kalbe Farma Tbk (KLBF) 1,90% ke Rp 2.060 per saham dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 1,87% ke Rp 9.200 per saham.
Sedangkan Top gainers LQ45, Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 6,09% ke Rp 1.220 per saham, Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 4,00% ke Rp 1.040 per saham dan Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 3,70% ke Rp 1.120 per saham.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; PADA naik 42 point atau menguat 34,42% ke level 164. PICO menguat 24,59% atau naik 60 point ke level 304. INPS menguat 20,00% atau bertambah 175 point ke level 1.050. VINS menguat 20,00% atau naik 28 point ke level 168. MKPI yang naik 3.625 point atau menguat 19,91% ke level 21.825.
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; BKDP turun -7 point atau melemah -7,00% ke level 93. HOMI melemah -7,00% atau koreksi -28 point ke level 372. FMII terkoreksi -20 point atau melemah -6,99% ke level 266. SNLK turun -55 point atau melemah -6,96% ke level 735. TAYS melemah -45 point atau turun -6,92% ke level 605.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal