IHSG Gas Terus ke 9.075, Rekor Tertinggi Kembali Dicetak!
IHSG cetak rekor tertinggi sepanjang masa baru pada Kamis, 15 Januari 2025 (Emitennews/Aji)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor tertinggi baru atau all time high (ATH) pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Indeks komposit menguat 42,82 poin atau 0,47 persen ke level 9.075,41, sekaligus memperpanjang reli di atas level psikologis 9.000.
Penguatan IHSG ditopang oleh lima dari 11 indeks sektoral. Sektor barang konsumen non primer mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,15 persen. Sektor keuangan menyusul dengan penguatan 1,14 persen, diikuti sektor teknologi yang naik 0,58 persen. Sektor barang konsumen primer menguat 0,20 persen dan sektor infrastruktur naik tipis 0,13 persen.
Sementara itu, tekanan datang dari sejumlah sektor. Sektor perindustrian melemah paling dalam 2,31 persen. Sektor transportasi dan logistik turun 0,97 persen, sektor barang baku terkoreksi 0,76 persen, sektor properti dan real estat melemah 0,43 persen, sektor energi turun 0,21 persen, serta sektor kesehatan juga terkoreksi 0,21 persen.
Di pasar reguler, sebanyak 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 133 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 50,38 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp27,91 triliun.
Saham BUMI menjadi yang teraktif diperdagangkan dengan frekuensi 172.988 kali dan nilai transaksi Rp1,7 triliun. Aktivitas tinggi juga tercatat pada saham MINA yang ditransaksikan 85.530 kali senilai Rp517 miliar serta INET sebanyak 68.821 kali dengan nilai Rp490 miliar.
Dari papan top gainers, saham DCII melonjak Rp7.800 ke level Rp218.000 per saham. POLU naik Rp4.500 menjadi Rp27.100 per saham, sementara DSSA menguat Rp3.025 ke posisi Rp111.000 per saham.
Adapun saham-saham yang tertekan di antaranya RDTX yang turun Rp1.100 ke level Rp15.450 per saham. UNTR melemah Rp450 menjadi Rp31.050 per saham, dan MLPT turun Rp375 ke level Rp62.000 per saham.
Related News
IHSG Sesi I (15/1) Bertahan Menguat di 9.046, Blue Chip Mentereng!
Enam Kontributor Lifting Terbesar Anak Usaha Pertamina
Jasa Keuangan dan Belanja Online Dominasi Aduan ke YLKI
Wamendag Bahas Jalur Pengiriman Produk RI Dengan Importir Pakistan
Transformasi Model Bisnis IKM Agenda Strategis Pengembangan Industri
Wall Street Nyungsep, IHSG Kian Menyala





