EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 79,24 poin atau 1,33% ke level 5.863,78 pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026). Indeks komposit sepanjang sesi tenggelam di zona merah sejak dibuka di level 5.917,13 pada pembukaan perdagangan pagi.

Volume perdagangan saham mencapai 35,24 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,69 juta kali dan total nilai perdagangan Rp13,44 triliun.

Sebanyak 567 saham anjlok dan mendorong indeks komposit betah di zona merah. Hanyak 108 saham naik dan 120 saham lagi stagnan.

Sementara itu, saham pencetak transaksi tertinggi malah mencatat penurunan harga. BBCA memimpin dengan nilai transaksi Rp816,6 miliar namun harga merosot 0,82% ke Rp6.075, disusul BUMI senilai Rp442,4 miliar harga anjlok 4,85% ke Rp157, dan DSSA Rp395,3 miliar harga turun 6,15% ke Rp840 per saham.

Sementara itu, dari kelompok 45 saham paling likuid, pencetak penurunan harga terdalam (top loser) adalah DEWA sebesar 7,88% ke Rp304, disusul HRTA merosot 6,4% ke Rp1.900, dan WIFI merosot 5,84% ke Rp1.290 per saham.

Di lain sisi, saham-saham top gainer LQ45 antara lain yaitu AMMN yang menguat 1,39% ke Rp4.390, KLBF naik 1,28% ke Rp790, dan UNTR naik 1% ke Rp25.250 per saham.