IHSG Kembali Loyo, Borong Saham BBRI, BBCA, BBNI, dan BFIN
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - DOK - Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah tipis. Itu seiring aksi rotasi investor dari saham sektor teknologi ke saham defensif belum surut. Saham produsen chip kembali melanjutkan koreksi setelah OpenAI menunda pencatatan saham perdana alias initial public offering (IPO) karena kinerja negatif SpaceX.
Selain itu, terjadi volatilitas saham kecerdasan buatan (AI). Kondisi itu, makin menambah kekhawatiran investor terhadap keberlangsungan belanja infrastruktur emiten AI seiring penundaan pembiayaan dari pasar. Beberapa saham sektor teknologi mencatat pelemahan cukup signifikan antara lain Micron Technology 6,69 persen, Intel 3,42 persen, dan Advance Micro Device 2,06 persen.
Pelemahan indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga emas, timah, tembaga, dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745-5.595, dan resistance 6.050-6.200. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BCA (BBCA), BRI (BBRI), BNI (BBNI), BFI Finance (BFIN), United Tractors (UNTR), Tower Bersama (TBIG). (*)
Related News
IHSG Rawan Koreksi, Fokus Pasar Beralih ke Hal Ini
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!





