EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) breaklow critical support 6.500 dengan black marubozu menjadi validasi bearish continuation. Kondisi tersebut sejalan pelebaran negative slope MACD pasca death cross. Waspadai pelemahan lanjutan ke level psikologis 6.400.

Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 28 Februari 2025, indeks akan menyisit area support 6.400, dan resistance level di kisaran 6.600. Pelemahan Indeks kemarin ditekan hampir seluruh sektor. Sektor kesehatan memimpin pelemahan dengan koreksi 2,29 persen. 

Lalu, diikuti sektor keuangan melemah 1,67 persen. Saham-saham perbankan juga menjadi top 3 value transaksi. Sektor perbankan mengalami tekanan dari sisi likuiditas. Di mana, sejumlah bank bahkan mencatat Loan to Deposit Ratio (LDR) lebih tinggi dari batas aman Bank Indonesia (BI). 

Selain itu, meski loan growth masih tumbuh lower double digit 10,27 persen edisi Januari 2025, tingkat suku bunga tinggi masih menekan margin bunga bersih mayoritas bank. Nah, dari global, US Personel Consumption Expenditure (PCE) Price Index diperkirakan turun 10 bps menjadi 2,5 persen YoY periode Januari 2025. 

Data itu, makin memperkuat kebijakan tarif oleh Amerika Serikat (AS) akan terus berlanjut. Itu menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mempertahankan rencana implementasi tarif untuk Kanada, dan Meksiko, bahkan berpotensi meluas ke Uni Eropa. Pengangguran Jerman diprediksi naik menjadi 2,89 juta Februari 2025 dari Januari 2025 sebanyak 2,88 juta. 

Tingkat pengangguran itu, makin memperkuat indikasi pelemahan perekonomian Jerman setelah data GDP growth rate Jerman menunjukkan kontraksi 0,2 kuartal IV 2024. Oleh sebab itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham EMTK, CTRA, ADMR, ACES, dan CLEO. (*)