IHSG Lanjutkan Penguatan, Yugen Sekuritas Sarankan Saham-Saham Ini

EmitenNews.com-Sepekan terakhir perdagangan cukup bergairah. Berdasar data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 1-5 Agustus 2022, mayoritas ditutup pada zona positif. Parade positif itu, dipimpin rata-rata nilai transaksi harian dengan lonjakan 8,51 persen.
Jadi, sepekan terakhir rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp15,339 triliun dari penutupan perdagangan pekan sebelumnya di kisaran Rp14,136 triliun. Kemudian menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan peningkatan 1,92 persen.
Alhasil, Indeks sukses bertengger di level psikologis 7.084,655 dari periode penutupan perdagangan pekan sebelumnya di posisi 6.951,123. Kapitalisasi pasar ikut menanjak 1,65 persen menjadi Rp9.283,704 triliun daripada pekan sebelumnya Rp9.133,059 triliun.
William Surya Wijaya CEO Yugen Sekuritas mengatakan, untuk awal pekan ini, Senin (8/8/2022) IHSG siap bergerak pada range support di level 6921 dan posisi resistancenya ada do 7123, dengan potensi mengalami kenaikan.
Pasca rilis data perekonomian tentang PDB dan cadangan devisa yang menunjukkan bahwa kondisi perekonomian sejatinya masih dalam kondisi stabil dan masih terlihatnya antusias investor yang tercermin dari capital inflow secara ytd yang masih bertengger diatas 50 T menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki potensi kenaikan hingga beberapa waktu mendatang.
Saham-saham yang cukup menarik untuk menjadi koleksi para pelaku pasar adalah Astra International (ASII), Alam Sutera Realty (ASRI), Ciputra Development (CTRA), Bank BCA (BBCA), Bank BNI (BBNI), Bank Ina Perdana (BINA), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Unilever Indonesia (UNVR) dan Indofood CBP (ICBP).
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker