IHSG Makin Gelap, Lanjut Turun 5 Persen Lebih!
:
0
Penampakan Monitor Perdagangan IHSG yang kian ambruk menuju 5 persen penurunan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperdalam koreksi memasuki pembukaan sesi II Selasa (3/6/2026). Indeks ambles 5,17% atau 320,469 poin ke level 5.874,958, jebol support 5.800 yang sebelumnya disebut analis.
Berdasarkan data RTI Business pukul 13.30 WIB, IHSG menyentuh level terendah harian baru di 5.873,865. Level pembukaan tercatat di 6.207,102 dengan level tertinggi sesi hanya 6.213,801. Aksi jual makin masif dengan 724 saham ambruk, hanya 32 saham menguat, dan 57 saham stagnan.
Volume transaksi naik ke 26,830 miliar lembar saham dengan nilai turnover Rp15,231 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1.844.449 kali. Market cap BEI susut ke Rp10.330,809 triliun.
Direktur Infovesta, Wawan Hendrayana sebelumnya menilai kejatuhan IHSG dipicu berbagai sentimen negatif dari dalam negeri.
"Dari fundamental, inflasi mulai meningkat dan nilai tukar terus melemah. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru yang dirasa akan menambah beban pajak terutama ke UMKM, pajak PT dan CV. Hal ini dipersepsikan negatif oleh pasar disaat katalis positif terbatas," ujarnya.
Wawan menambahkan, imbas Rating Baa2 outlook negatif Danantara Investments Management hingga saat ini masih ditelaah sumbangsihnya bagi perekonomian.
"Ekspor yang wajib melalui anak Danantara juga masih dipandang berpotensi menjadi bottleneck bila tidak dijalankan secara fair dan proper. Secara langsung ke pasar sebetulnya tidak ada karena Danantara bukan perusahaan publik, tetapi secara tidak langsung persepsi governance risk dari para BUMN dapat terpengaruh," kata Wawan.
Tekanan terhadap rupiah, lanjut Wawan, bersifat multidimensi.
"Betul bahwa kebijakan fiskal dan moneter pemerintah berpengaruh, namun secara regional USD memang terus menguat. Sepanjang perdamaian Iran belum terlaksana maka kebutuhan USD terus meningkat terutama untuk impor energi. IHSG membutuhkan katalis positif agar saham non konglo dapat menarik lagi," jelasnya.
Soal teknikal, Wawan sebelumnya menyebut support 6.000 sudah tertembus dan support berikutnya ada di 5.800.
Related News
Breaking: IHSG Crash 4,3 Persen Lebih ke 5.900, Saham PP Kembali Suram
60 Negara Terancam Kena Tarif Baru Ini dari AS, Termasuk Indonesia
Rupiah Dekati Level Rp18.000, IHSG Kian Ambles 3,63 Persen
KISI Challenge: Step Higher, Stimulus Baru Dongkrak Transaksi Pasar
IHSG Dibuka Rapuh hingga 1,5 Persen, Waspadai Risiko DSI 2027
Negosiasi Alot AS-Iran Bayangi Lonjakan IHSG





